Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan akan terus berupaya mengurangi hambatan yang menghalangi investasi dan kerja sama ekonomi dengan Suriah di tengah proses pemulihan dan rekonstruksi negara tersebut.
Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric menyampaikan pernyataan tersebut kepada Syria TV pada Kamis (24/9/2026). Ia mengatakan dukungan terhadap pemulihan Suriah menjadi salah satu bagian dari agenda organisasi internasional tersebut.
Dujarric menjelaskan bahwa prioritas PBB di Suriah memiliki keterkaitan dengan agenda pemerintah Suriah, terutama dalam bidang rekonstruksi dan pemulihan.
Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas yang rusak, tetapi juga mencakup aspek sosial serta pemulihan psikologis masyarakat.
PBB Tekankan Partisipasi Seluruh Komponen Masyarakat
Dalam keterangannya, Dujarric juga menyoroti pentingnya memastikan hak dan partisipasi berbagai kelompok masyarakat Suriah dalam proses pemulihan.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Suriah tengah berupaya memperkuat hubungan dengan komunitas internasional serta membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi.
PBB menyatakan dukungan terhadap proses tersebut tetap perlu berjalan bersamaan dengan perhatian terhadap perlindungan hak-hak masyarakat dan keterlibatan berbagai komponen dalam proses rekonstruksi.
Dujarric juga menegaskan posisi PBB terkait situasi keamanan di Suriah.
Ia mengatakan PBB mengutuk serangan berulang yang dilakukan ‘Israel’ serta pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah di wilayah di luar perbatasan Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki.
Pernyataan tersebut menempatkan isu kedaulatan dan keamanan Suriah sebagai bagian dari perhatian PBB di tengah agenda pemulihan ekonomi dan pembangunan kembali negara.
Dukungan terhadap Rekonstruksi Suriah
Pernyataan Dujarric muncul setelah meningkatnya perhatian internasional terhadap kebutuhan rekonstruksi Suriah.
Pemulihan ekonomi menjadi salah satu isu yang dibahas dalam rangkaian pertemuan diplomatik Suriah selama menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa sebelumnya melakukan sejumlah pertemuan dengan pejabat internasional dan pemimpin negara untuk membahas hubungan bilateral, proses transisi, rekonstruksi, serta peluang memperluas kerja sama.
Baca Artikel Lainnya: Suriah-Yordania Siapkan Sesi Ketiga Dewan Koordinasi Tinggi, Bahas Sejumlah Proyek Strategis
Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, al-Sharaa membahas proses transisi politik Suriah, kerja sama antara Damaskus dan PBB, serta dukungan terhadap pemulihan dan rekonstruksi.
Perhatian terhadap investasi juga berkaitan dengan upaya Suriah membuka kembali hubungan ekonomi dengan komunitas internasional.
AS Sebut Awal Hubungan Baru
Dalam perkembangan terpisah, Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Suriah dan Irak, Tom Barrack, menyebut perkembangan kerja sama dengan Suriah sebagai awal dari arah baru dalam hubungan kedua negara.
Dalam pernyataannya kepada kantor berita Suriah pada Kamis (24/9/2026), Barrack mengatakan tingkat kerja sama yang berlangsung saat ini dapat menjadi dasar untuk membangun pola hubungan Suriah-Amerika yang berbeda.
Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan situasi yang menurutnya telah berlangsung selama hampir lima dekade.
Barrack juga menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah karakteristik masyarakat Suriah dan mengatakan Amerika Serikat melihat adanya peluang kerja sama yang dapat membantu Suriah mempercepat akses terhadap teknologi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pernyataan tersebut mencerminkan pembahasan yang lebih luas mengenai kemungkinan pengembangan hubungan ekonomi dan teknologi antara kedua negara.
Bagi Suriah, pembukaan peluang investasi dan kerja sama ekonomi menjadi bagian dari agenda pemulihan pascaperang. Sementara itu, PBB menekankan bahwa proses tersebut perlu berjalan bersamaan dengan rekonstruksi, perlindungan hak masyarakat, serta penghormatan terhadap kedaulatan Suriah.
Dengan meningkatnya komunikasi diplomatik di tingkat internasional, isu investasi, rekonstruksi, dan integrasi ekonomi menjadi bagian penting dari pembahasan mengenai masa depan Suriah. (haidar/andalusmedia.id)














