• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Naim Qassem

Naim Qassem Klaim Rencana Israel Gagal, Sebut Suriah Tolak Tekanan untuk Lawan Hizbullah

2 bulan ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Lebanon

Naim Qassem Klaim Rencana Israel Gagal, Sebut Suriah Tolak Tekanan untuk Lawan Hizbullah

Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menegaskan Israel gagal mencapai tujuannya di Lebanon. Ia juga mengklaim Suriah menolak tekanan untuk membuka front baru melawan Hizbullah dari arah perbatasan timur Lebanon.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Naim Qassem

Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem, menyatakan bahwa upaya Israel untuk menghancurkan Hizbullah dan memperluas pengaruhnya di Lebanon telah gagal. Dalam pidato terbarunya, ia juga mengungkapkan bahwa Suriah menolak berbagai tekanan yang bertujuan mendorong Damaskus ikut terlibat dalam operasi melawan Hizbullah.

Dilansir dari Al-Araby Al-Jadeed pada 19 Juni 2026, Qassem menyampaikan pernyataan tersebut saat berpidato dalam Majelis Asyura Pusat Hizbullah di Beirut. Menurutnya, kelompok yang dipimpinnya tetap mampu bertahan meski menghadapi tekanan militer, politik, dan ekonomi yang terus meningkat sejak konflik terbaru dengan Israel pecah.

“Israel akan dipaksa mundur dari setiap jengkal tanah kami,” tegas Qassem.

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel serta perdebatan internasional mengenai masa depan keamanan kawasan.

Hizbullah Tuding Ada Strategi Bersama AS dan Israel

Dalam pidatonya, Qassem menggambarkan situasi Lebanon saat ini sebagai salah satu periode paling berbahaya dalam sejarah modern negara tersebut.

Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel menjalankan strategi bersama untuk melemahkan Hizbullah serta menghapus pengaruh kelompok tersebut dari panggung politik dan keamanan Lebanon.

Menurut Qassem, tekanan yang diberikan tidak hanya berbentuk operasi militer, tetapi juga melalui jalur diplomasi, ekonomi, media, dan keamanan.

“Amerika Serikat mengatur rencana ini secara menyeluruh dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimilikinya,” ujarnya.

Meski demikian, Qassem mengklaim bahwa kegagalan pihak lawan mencapai targetnya sudah menjadi bukti keberhasilan Hizbullah mempertahankan posisinya.

Suriah Disebut Menolak Tekanan untuk Intervensi

Salah satu poin penting dalam pidato Qassem adalah klaim mengenai tekanan terhadap Suriah agar ikut terlibat dalam konflik melawan Hizbullah.

Menurutnya, terdapat upaya untuk mendorong Damaskus membuka jalur tekanan dari arah timur Lebanon sehingga Hizbullah menghadapi ancaman dari dua sisi sekaligus, sementara Israel melanjutkan operasi militernya dari selatan.

Namun Qassem mengatakan pemerintah Suriah menolak skenario tersebut.

“Ada tekanan terhadap Suriah agar ikut campur dari arah timur dan membentuk gerakan menjepit bersama Israel dari utara. Namun Suriah menolak hal itu,” katanya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap resmi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa yang dalam beberapa pekan terakhir berulang kali membantah adanya rencana intervensi militer ke Lebanon.

Damaskus juga menegaskan bahwa pihaknya tidak berniat terlibat dalam operasi melawan Hizbullah maupun memasuki wilayah Lebanon.

Baca Artikel Lainnya: Israel Tolak Usulan Trump soal Hizbullah, Katz Tegaskan Tak Butuh Bantuan Suriah

Hizbullah Klaim Tingkatkan Kekuatan Militer

Selain membahas perkembangan politik regional, Qassem juga mengungkapkan bahwa Hizbullah telah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kemampuan tempurnya sejak konflik terbaru dengan Israel berlangsung.

Ia mengklaim kelompoknya berhasil meningkatkan sejumlah kemampuan militer, termasuk pengembangan sistem persenjataan baru dan peningkatan efektivitas penggunaan drone di medan perang.

Menurutnya, Hizbullah juga terus menyesuaikan strategi tempur untuk menghadapi perubahan kondisi di lapangan.

Meski tidak memberikan rincian teknis, Qassem menegaskan bahwa kelompoknya kini berada dalam posisi yang lebih siap dibandingkan sebelumnya.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Fokus Bantu Korban Konflik

Di luar aspek militer, Hizbullah juga mengklaim aktif membantu masyarakat yang terdampak perang.

Qassem menyebut organisasinya telah berperan dalam penyediaan bantuan kemanusiaan dan dukungan sosial bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik.

Menurutnya, sekitar 300.000 keluarga telah menerima berbagai bentuk bantuan selama periode konflik berlangsung.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya Hizbullah menunjukkan bahwa perannya tidak hanya terbatas pada aspek militer, tetapi juga dalam penanganan dampak sosial perang.

Lebanon dan Suriah Tolak Gagasan Trump

Pidato Qassem muncul ketika usulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Suriah menangani Hizbullah masih menjadi perdebatan di kawasan.

Gagasan tersebut sebelumnya telah ditolak oleh pemerintah Lebanon maupun Suriah. Beirut menegaskan tidak akan menerima campur tangan negara lain dalam urusan dalam negerinya, sementara Damaskus menolak segala spekulasi mengenai keterlibatan militer di Lebanon.

Sumber resmi Lebanon yang dikutip Al-Araby Al-Jadeed juga menyatakan bahwa hubungan antara Lebanon dan Suriah tetap didasarkan pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara.

Dengan penolakan dari Beirut dan Damaskus, usulan Trump hingga kini belum mendapat dukungan nyata di tingkat regional. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik Lebanon-Israel masih menjadi isu yang sangat sensitif dan melibatkan berbagai kepentingan geopolitik di Timur Tengah. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruHizbullahLebanonNaim Qassemsuriah
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

Israel Tolak Usulan Trump soal Hizbullah, Katz Tegaskan Tak Butuh Bantuan Suriah

Next Post

JD Vance Kritik Menteri Netanyahu, Hubungan AS-Israel Kembali Memanas

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.