Peringatan Muharram terus berlangsung di berbagai wilayah dunia dengan partisipasi besar umat Muslim yang mengenang perjuangan dan pengorbanan Imam Husain di Karbala. Ribuan pelayat terlihat menghadiri prosesi dan majelis duka di Jammu dan Kashmir, Karbala di Irak, serta Herat di Afghanistan. Di sisi lain, laporan dari Kabul menyebut adanya pembatasan baru yang diberlakukan otoritas Taliban terhadap sejumlah kegiatan Muharram menjelang Tasu’a dan Asyura.
Di wilayah Jammu dan Kashmir, India, puluhan ribu pelayat menghadiri prosesi Muharram yang diselenggarakan oleh Anjuman Sharie Shian di berbagai kawasan Lembah Kashmir. Prosesi terbesar berlangsung dari Zorigund menuju Imambara Budgam dan diikuti masyarakat Syiah dari berbagai daerah.
Suasana khidmat mewarnai jalannya prosesi yang dipenuhi lantunan doa, zikir, serta penghormatan kepada para syuhada Karbala. Kehadiran peserta dalam jumlah besar menunjukkan kuatnya tradisi peringatan Muharram yang telah berlangsung turun-temurun di wilayah tersebut.
Dalam salah satu majelis utama, Hujjat al-Islam Sayyid Mujtaba Abbas al-Mousavi al-Safavi menyampaikan ceramah mengenai makna perjuangan Imam Husain dan pentingnya menjaga nilai-nilai Islam yang diwariskan oleh para syuhada Karbala.
Ia menegaskan bahwa kecintaan kepada Ahlul Bait tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga dengan komitmen terhadap ajaran Islam dan prinsip-prinsip syariat dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, di kota suci Karbala, Irak, peringatan Muharram tahun ini diwarnai pembukaan kembali Maqam Tal Zainabiyyah setelah menjalani pembangunan dan renovasi selama beberapa tahun.
Lokasi bersejarah tersebut memiliki makna penting bagi banyak peziarah karena diyakini sebagai tempat Sayyidah Zainab berdiri dan menyaksikan tragedi Karbala pada hari Asyura.
Bangunan lama yang sebelumnya hanya memiliki luas sekitar 380 meter persegi kini telah digantikan dengan kompleks baru empat lantai seluas sekitar 4.400 meter persegi. Kompleks tersebut dilengkapi kubah setinggi lebih dari 11 meter yang dirancang tetap lebih rendah dibandingkan kubah makam Imam Husain sebagai bentuk penghormatan simbolis.
Otoritas Makam Suci Husaini mengumumkan bahwa akses menuju Tal Zainabiyyah pada 7 hingga 13 Muharram akan diprioritaskan bagi peziarah perempuan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk membantu pengaturan arus pengunjung yang diperkirakan meningkat selama puncak peringatan Muharram.
Baca Artikel Lainnya: Pemimpin Senior ISIS Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah, CENTCOM Klaim Operasi Sukses
Di Afghanistan bagian barat, ratusan warga menghadiri majelis Husseini yang digelar di masjid dan husseiniyah kawasan Jibril, Provinsi Herat. Dalam acara tersebut, para pelayat mendengarkan pembacaan syair, mars duka, serta ceramah yang mengenang pengorbanan Imam Husain, keluarganya, dan para sahabat yang gugur di Karbala.
Majelis-majelis tersebut berlangsung dengan suasana penuh penghormatan dan menjadi bagian dari tradisi keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Syiah Afghanistan.
Namun situasi berbeda dilaporkan terjadi di Kabul. Sejumlah sumber lokal menyebut aparat keamanan Taliban memberlakukan pembatasan baru terhadap beberapa kegiatan Muharram, khususnya di kawasan mayoritas Syiah seperti Dasht-e-Barchi.
Menurut laporan yang beredar, beberapa kelompok pelayat sempat ditahan untuk pemeriksaan, sementara sejumlah prosesi dihentikan menjelang Tasu’a. Beberapa majelis berkabung yang diselenggarakan di rumah-rumah maupun pusat keagamaan juga disebut dibatalkan atau dipersingkat.
Sumber setempat mengatakan pembatasan tersebut berkaitan dengan persyaratan perizinan yang diberlakukan pihak berwenang. Para ulama dan penyelenggara kegiatan mengaku telah mengajukan izin pelaksanaan acara, tetapi hingga saat itu belum menerima tanggapan resmi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Syiah Afghanistan. Muharram selama ini merupakan salah satu momentum keagamaan paling penting bagi mereka untuk mengenang perjuangan Imam Husain serta nilai-nilai pengorbanan, keadilan, dan keteguhan dalam menghadapi kezaliman.
Meski terdapat perbedaan situasi di masing-masing negara, rangkaian peringatan Muharram tahun ini menunjukkan bahwa tragedi Karbala tetap menjadi simbol persatuan, keteguhan iman, dan inspirasi bagi jutaan Muslim di berbagai belahan dunia. (haidar/andalusmedia.id)














