• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Imarah Islam

Imarah Islam Afghanistan Fokus Rekonsiliasi, Diaspora Diminta Kembali ke Kabul

2 bulan ago
Aturan Baru

Aturan Baru Pemilu Mahmoud Abbas Picu Polemik, Masa Depan Politik Palestina Kembali Dipertanyakan

5 hari ago
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

7 hari ago
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

1 minggu ago
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Juli 8, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Afghanistan

Imarah Islam Afghanistan Fokus Rekonsiliasi, Diaspora Diminta Kembali ke Kabul

Pemerintah Imarah Islam Afganistan kembali memulihkan diaspora Afganistan agar pulang ke tanah air di tengah upaya Taliban memperkuat stabilitas dan legitimasi pascaperang.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Imarah Islam

IIA Ajak Warga Afghanistan di Luar Negeri Pulang dan Bangun Negara dengan Aman.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

KABUL — Pemerintah Imarah Islam Afghanistan (IIA) kembali menemui warga Afghanistan yang berada di luar negeri agar pulang ke tanah air dan menjalani kehidupan secara aman di bawah pemerintahan saat ini.

Seruan tersebut disampaikan melalui Komisi untuk Kontak dengan Tokoh-Tokoh Afghanistan, lembaga yang dibentuk setelah Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021 untuk menjalin komunikasi dengan warga serta tokoh Afghanistan di luar negeri.

Juru bicara komisi, Ahmadullah Wasiq, mengatakan lebih dari 1.000 warga Afghanistan telah kembali sejak komisi itu dibentuk. Sebagian di antaranya termasuk perempuan, sejarawan, mantan pejabat, hingga tokoh masyarakat.

“Upaya kami adalah agar setiap warga Afghanistan yang meninggalkan negara karena propaganda negatif dapat kembali ke tanah air dan hidup dalam lingkungan yang aman,” ujar Wasiq seperti dikutip media lokal Afghanistan.

Menurutnya, pemerintah saat ini terus berupaya memfasilitasi kepulangan lebih banyak tokoh Afghanistan dari luar negeri, termasuk kalangan profesional dan tenaga ahli yang sebelumnya meninggalkan negara akibat konflik berkepanjangan.

Wasiq menambahkan bahwa pemerintahan Taliban ingin menunjukkan situasi keamanan Afghanistan telah jauh lebih stabil dibandingkan masa perang sebelumnya. Ia mengklaim banyak wilayah kini berada dalam kondisi aman dan aktivitas ekonomi perlahan mulai kembali berjalan di beberapa kota besar.

Sejumlah analis politik Afghanistan menilai pemerintah tetap perlu memberikan jaminan nyata agar diaspora bersedia kembali menetap. Selain keamanan, masalah ekonomi dan lapangan pekerjaan disebut menjadi tantangan utama yang dihadapi warga Afghanistan di dalam negeri.

Analis politik Mohammad Aslam Danishmal mengatakan banyak tenaga ahli meninggalkan Afghanistan karena ketidakstabilan politik dan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Artikel Lainnya: Kemlu RI Siapkan Langkah Pemulangan WNI yang Ditahan Israel dalam Misi Flotilla Gaza

“Jika pemerintah menyediakan kesempatan kerja dan peran yang jelas, para spesialis yang berada di luar negeri bisa terdorong untuk kembali,” katanya.

Ia menilai Afghanistan masih membutuhkan tenaga profesional di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, teknik, dan administrasi publik untuk membantu proses pembangunan negara pascaperang.

Sementara itu, pengamat lain, Idris Mohammadi Zazi, menyebut sebagian warga yang kembali ke Afghanistan masih memilih pergi lagi ke luar negeri setelah menyelesaikan urusan pribadi mereka. Menurutnya, kondisi ekonomi yang sulit membuat banyak warga belum yakin untuk menetap dalam jangka panjang.

Ia menekankan pentingnya membangun rasa tanggung jawab nasional agar diaspora Afghanistan ikut berkontribusi dalam proses pembangunan negara dan tidak terus bergantung pada kehidupan di luar negeri.

RelatedPosts

Aturan Baru Pemilu Mahmoud Abbas Picu Polemik, Masa Depan Politik Palestina Kembali Dipertanyakan

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Komisi untuk Kontak dengan Tokoh Afghanistan sendiri dibentuk pada September 2021, tidak lama setelah Taliban mengambil alih Kabul. Lembaga itu bertujuan membuka dialog dengan tokoh Afghanistan di luar negeri, mengurangi ketegangan politik, serta memperkuat persatuan nasional di tengah perubahan besar pasca-penarikan pasukan asing.

Sejak kembali berkuasa, pemerintahan Taliban berupaya membangun legitimasi politik di dalam negeri melalui pendekatan keamanan, diplomasi regional, dan rekonsiliasi dengan sebagian kelompok masyarakat Afghanistan.

Namun di tingkat internasional, pemerintahan Taliban masih menghadapi kritik terkait hak perempuan, kebebasan sipil, pendidikan, dan tindakan sosial yang diberlakukan di Afghanistan. Hingga kini, sebagian besar negara juga belum memberikan pengakuan resmi terhadap pemerintahan Taliban. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbarudiaspora AfghanistanIIA AfghanistanKabulTaliban
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Kemlu RI Siapkan Langkah Pemulangan WNI yang Ditahan Israel dalam Misi Flotilla Gaza

Next Post

Ahmad Al-Sharaa Larang Produk Israel Masuk ke Damaskus

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Aturan Baru

Aturan Baru Pemilu Mahmoud Abbas Picu Polemik, Masa Depan Politik Palestina Kembali Dipertanyakan

3 Juli 2026
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

1 Juli 2026
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

29 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.