• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Afghanistan

Banjir Bandang Landa Afghanistan, 23 Orang Tewas dan Lebih dari 100 Warga Masih Hilang

2 bulan ago
Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

8 jam ago
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

8 jam ago
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

1 minggu ago
Suriah dan Yordania

Suriah dan Yordania Perkuat Kerja Sama, Kecam Serangan Israel dan Iran

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Jumat, September 18, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Afghanistan

Banjir Bandang Landa Afghanistan, 23 Orang Tewas dan Lebih dari 100 Warga Masih Hilang

Banjir bandang menerjang Provinsi Nuristan di Afghanistan timur, menewaskan sedikitnya 23 orang dan menyebabkan lebih dari 100 warga hilang. Tim penyelamat masih berpacu dengan waktu di tengah ancaman hujan lebat dan banjir susulan.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Afghanistan

Sekitar 20 orang meninggal dunia setelah banjir bandang akibat monsun menerjang Provinsi Nuristan, Afghanistan timur, Senin (20/7).

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Banjir bandang yang melanda Provinsi Nuristan, Afghanistan timur, menewaskan sedikitnya 23 orang dan melukai puluhan lainnya. Hingga Selasa (21/7/2026), lebih dari 100 warga masih dinyatakan hilang, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian di tengah cuaca ekstrem yang belum mereda.

Bencana terjadi pada Senin (20/7/2026) setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan Nuristan. Curah hujan yang tinggi membuat sungai dan aliran air dari lereng gunung meluap, menerjang permukiman, lahan pertanian, serta berbagai fasilitas umum dalam waktu singkat.

Menurut laporan The Guardian, Kota Parun yang merupakan ibu kota Provinsi Nuristan menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah. Derasnya arus banjir menghanyutkan rumah-rumah penduduk, merusak toko, memutus akses jalan, dan menimbun kawasan permukiman dengan lumpur serta puing bangunan.

Banyak warga tidak sempat menyelamatkan harta benda mereka karena banjir datang secara tiba-tiba. Beberapa keluarga bahkan dilaporkan masih terjebak di daerah yang sulit dijangkau akibat putusnya jalur transportasi.

Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan melaporkan sedikitnya 80 orang mengalami luka-luka. Sebagian korban menjalani perawatan di rumah sakit setempat, sementara lainnya mendapat penanganan darurat di pos-pos kesehatan yang didirikan di sekitar lokasi bencana.

Selain korban jiwa dan korban luka, ratusan warga terpaksa mengungsi setelah rumah mereka rusak berat atau hanyut diterjang banjir. Banyak keluarga kini berlindung di tempat penampungan sementara sambil menunggu bantuan kemanusiaan datang.

Tim penyelamat bersama relawan dan warga setempat terus bekerja mencari korban yang masih hilang. Mereka menggunakan alat berat untuk membersihkan material longsor dan tumpukan puing, sementara di sejumlah lokasi lain pencarian dilakukan secara manual karena alat berat belum dapat menjangkau medan yang sulit.

Juru bicara Otoritas Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan, Janan Saeq, mengatakan operasi penyelamatan masih menjadi prioritas utama pemerintah.

“Tim penyelamat terus bekerja untuk menemukan para korban yang hilang dan memberikan bantuan kepada warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat menjauhi daerah rawan banjir karena ancaman cuaca ekstrem masih berlanjut,” ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

Pemerintah Afghanistan juga meminta masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang berada di sekitar sungai dan lembah yang berpotensi dilanda banjir susulan.

Baca Artikel Lainnya: Iran Klaim Citra Satelit Ungkap Kerusakan Pangkalan Militer AS di Qatar dan Yordania

Departemen Meteorologi Kementerian Transportasi dan Penerbangan Sipil Afghanistan memperingatkan bahwa hujan lebat, badai petir, angin kencang, serta potensi banjir bandang masih mengancam sedikitnya 10 dari 34 provinsi di negara tersebut.

Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran jumlah korban dapat terus bertambah apabila hujan kembali mengguyur wilayah yang saat ini masih menjalani proses evakuasi dan pencarian korban.

Menurut Al Jazeera, kondisi geografis Nuristan menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat. Provinsi yang didominasi pegunungan itu memiliki banyak desa terpencil yang hanya dapat diakses melalui jalan sempit. Sebagian besar jalur tersebut kini rusak akibat banjir dan longsor sehingga distribusi bantuan berlangsung lebih lambat.

Di sejumlah titik, helikopter mulai disiagakan untuk mengirim bantuan makanan, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan darurat lainnya kepada warga yang terisolasi. Namun cuaca buruk masih menjadi kendala utama bagi operasi udara.

RelatedPosts

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

Bencana kali ini kembali menunjukkan tingginya kerentanan Afghanistan terhadap cuaca ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut berulang kali dilanda banjir bandang yang menelan banyak korban jiwa dan menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur.

Pada 2024, banjir besar di berbagai wilayah Afghanistan dilaporkan menewaskan lebih dari 300 orang. Ribuan rumah rusak, lahan pertanian hancur, dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal akibat bencana tersebut.

Para ahli menilai perubahan pola cuaca, kerusakan lingkungan, serta minimnya infrastruktur pengendali banjir membuat risiko bencana hidrometeorologi di Afghanistan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hingga Selasa malam waktu setempat, proses pencarian terhadap lebih dari 100 warga yang masih hilang terus berlangsung. Pemerintah Afghanistan bersama organisasi kemanusiaan internasional kini mempercepat penyaluran bantuan darurat sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan banjir susulan yang diperkirakan masih mengancam dalam beberapa hari ke depan. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: AfghanistanBanjir Afghanistanberita Timur Tengah terbaruNuristan
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Iran Klaim Citra Satelit Ungkap Kerusakan Pangkalan Militer AS di Qatar dan Yordania

Next Post

Serangan Israel Hapus Satu Keluarga di Gaza, Faksi Palestina Desak Dunia Hentikan Genosida

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

18 September 2026
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

18 September 2026
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

10 September 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.