• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Bashar dan Maher al-Assad

Pengadilan Suriah Sita Aset Bashar dan Maher al-Assad

3 hari ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

14 jam ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

14 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

17 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

17 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Kamis, Mei 14, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Pengadilan Suriah Sita Aset Bashar dan Maher al-Assad

by Admin Andalus
3 hari ago
A A
Bashar dan Maher al-Assad
2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengadilan Pidana Keempat di Damaskus resmi mencabut hak-hak sipil Bashar dan Maher al-Assad, serta sejumlah pejabat senior rezim lama dalam sidang yang digelar pada Ahad (10/5).

Tak hanya itu, pengadilan juga memutuskan seluruh aset bergerak dan tidak bergerak milik mereka ditempatkan di bawah pengawasan pemerintah Suriah.

Keputusan tersebut diumumkan dalam sidang kedua kasus para tokoh rezim lama yang saat ini diproses secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa.

Selain Bashar dan Maher al-Assad, putusan itu juga mencakup sejumlah mantan pejabat militer dan keamanan Suriah, di antaranya Fahd al-Freij, Muhammad Ayoush, Louay al-Ali, Qusay Mahyoub, Wafiq Nasser, dan Talal al-Asimi.

RelatedPosts

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

Langkah ini, sebagai salah satu keputusan hukum paling besar sejak jatuhnya rezim Assad. Pengadilan menegaskan bahwa status buron para terdakwa tidak menghentikan proses hukum yang berjalan terhadap mereka.

Suasana di sekitar Istana Kehakiman Damaskus sendiri berlangsung ketat sejak pagi. Sidang tersebut menarik perhatian luas dari keluarga korban, aktivis HAM, media, hingga organisasi hukum internasional yang terus mengikuti perkembangan proses keadilan transisional di Suriah.

Baca artikel lainnya:Sidang Kedua Atef Najib Digelar, Tuduhan Pembantaian dan Penyiksaan Mulai Diungkap

Dalam sidang itu, nama Bashar dan Maher al-Assad beberapa kali disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas berbagai pelanggaran yang terjadi selama penindasan demonstrasi rakyat Suriah sejak 2011.

Pengadilan menyatakan proses hukum akan terus dilanjutkan meski keduanya masih berada di luar negeri dan belum berhasil ditangkap.

Kasus Atef Najib Jadi Pintu Masuk Pengusutan Rezim Assad

Keputusan pencabutan hak sipil dan penyitaan aset ini muncul bersamaan dengan sidang kedua Atef Najib, mantan kepala Cabang Keamanan Politik di Daraa sekaligus sepupu Bashar al-Assad.

Dalam persidangan tersebut, Atef Najib menghadapi lebih dari sepuluh dakwaan berat, mulai dari pembunuhan berencana, penyiksaan tahanan, penangkapan sewenang-wenang, hingga keterlibatan dalam pembantaian di Masjid Omari dan markas Keamanan Politik Daraa.

Jaksa menuding Najib memerintahkan langsung penangkapan dan penyiksaan demonstran pada awal revolusi Suriah tahun 2011, termasuk anak-anak yang ditahan setelah menulis slogan anti-pemerintah di dinding sekolah.

Kasus penangkapan anak-anak Daraa sendiri dikenal luas sebagai pemicu utama pecahnya revolusi Suriah.

Pengadilan juga membeberkan dugaan penggunaan peluru tajam terhadap demonstran dan warga sipil yang menghadiri pemakaman korban aksi protes. Selain itu, aparat keamanan di bawah komando Najib dituduh menjalankan praktik penyiksaan brutal di pusat tahanan.

Metode penyiksaan yang disebut dalam dakwaan meliputi sengatan listrik, pencabutan kuku, pemukulan berat, ancaman terhadap keluarga tahanan, hingga penggunaan penahanan sebagai alat tekanan.

Hakim dalam persidangan menegaskan bahwa pelanggaran tersebut masuk kategori kejahatan perang dan pelanggaran HAM berat karena dilakukan secara sistematis terhadap warga sipil.

Menurut pengadilan, kejahatan semacam itu tidak mengenal batas waktu penuntutan dan tidak bisa dihapus melalui amnesti politik.

Bashar dan Maher al-Assad Menjadi Buronan Negara

Sebelumnya, pada 26 April lalu, Pengadilan Pidana Damaskus menggelar sidang pertama kasus Atef Najib dan sejumlah tokoh rezim lama.

Dalam sidang itu, pengadilan memanggil Bashar al-Assad, Maher al-Assad, dan beberapa pejabat lainnya untuk kedua kalinya. Namun seluruh terdakwa tidak hadir meski surat panggilan disebut sudah dikirim ke alamat terakhir mereka.

Karena ketidakhadiran tersebut, pengadilan akhirnya melanjutkan proses hukum secara in absentia sebelum mengeluarkan putusan terbaru terkait pencabutan hak sipil dan penyitaan aset.

Di tengah jalannya sidang, perhatian publik juga tertuju pada tuntutan pemerintah Suriah baru terhadap Rusia. Beberapa waktu lalu, Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan Presiden Ahmad al-Sharaa telah berulang kali meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerahkan Bashar al-Assad kepada Damaskus.

Hingga kini, keberadaan Bashar dan Maher al-Assad masih belum diketahui secara pasti. Namun bagi banyak warga Suriah, keputusan pengadilan ini dianggap sebagai langkah awal untuk membuka jalan menuju pertanggungjawaban hukum terhadap tokoh-tokoh utama rezim lama. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Atef NajibBashar Assadkabar suriahMaher Al Assadsuriah
Share952Tweet595SendShare
Previous Post

Sidang Kedua Atef Najib Digelar, Tuduhan Pembantaian dan Penyiksaan Mulai Diungkap

Next Post

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.