Arab Saudi mengutuk keras serangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke wilayah Kuwait dan Bahrain dalam beberapa hari terakhir. Riyadh menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara-negara Teluk sekaligus ancaman serius bagi stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Selasa, 3 Juni 2026, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan dukungan penuh kepada pemerintah Kuwait dan Bahrain untuk mengambil langkah yang diperlukan guna melindungi keamanan nasional masing-masing.
Menurut laporan media Gulf News, kecaman tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan yang menargetkan sejumlah fasilitas di Kuwait dan Bahrain. Insiden itu terjadi di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sejumlah negara sekutu Washington di kawasan Teluk.
Pemerintah Arab Saudi menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresif yang bertentangan dengan hukum internasional dan prinsip-prinsip yang diatur dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam pernyataan resminya, Riyadh menegaskan bahwa setiap tindakan yang mengancam keamanan negara-negara Teluk merupakan ancaman terhadap stabilitas kawasan secara keseluruhan.
“Kami mengutuk dengan sekeras-kerasnya agresi Iran dan pelanggaran terhadap kedaulatan Bahrain serta Kuwait. Kerajaan menolak setiap tindakan yang mengancam keamanan negara-negara Teluk dan bertentangan dengan hukum internasional,” demikian isi pernyataan tersebut.
Arab Saudi juga menegaskan solidaritasnya terhadap kedua negara tetangga tersebut. Pemerintah Saudi menyatakan siap mendukung berbagai langkah yang diperlukan untuk menjaga keamanan wilayah, melindungi warga sipil, serta mempertahankan stabilitas kawasan di tengah situasi yang semakin sensitif.
Kecaman serupa turut disampaikan oleh Gulf Cooperation Council (GCC). Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang berpotensi mengganggu keamanan kolektif negara-negara anggota.
Menurut Albudaiwi, keamanan Kuwait dan Bahrain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan seluruh kawasan Teluk.
“Negara-negara GCC berdiri bersama Bahrain dan Kuwait serta mendukung seluruh langkah yang diambil untuk melindungi keamanan dan integritas wilayah mereka,” ujarnya.
Baca Artikel Lainnya: Ben Gvir Dukung RUU Pembatasan Adzan, Masjid Terancam Denda hingga Rp220 Juta
Laporan dari Reuters menyebutkan bahwa serangan terbaru menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas di Kuwait, termasuk area di sekitar Bandara Internasional Kuwait.
Beberapa infrastruktur sipil dilaporkan terdampak, sementara korban jiwa dan luka-luka juga disebut terjadi dalam insiden tersebut. Otoritas Kuwait mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara.
Sebagai langkah pengamanan, operasional bandara sempat dihentikan sementara sebelum aktivitas penerbangan kembali berjalan secara bertahap setelah proses pemeriksaan keamanan selesai dilakukan.
Sementara itu, di Bahrain, sejumlah rudal yang mengarah ke wilayah negara tersebut dilaporkan berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara sebelum mencapai target.
Pemerintah Bahrain menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan yang dapat muncul akibat meningkatnya ketegangan regional.
Selain Arab Saudi, sejumlah negara Arab lainnya seperti Uni Emirat Arab juga mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan tersebut. Mereka menilai tindakan Iran berisiko memperluas konflik dan mengancam stabilitas kawasan yang memiliki peran strategis dalam perdagangan internasional dan distribusi energi global.
Meski mengutuk keras serangan tersebut, hingga kini belum ada indikasi bahwa Arab Saudi akan terlibat langsung dalam respons militer. Riyadh menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah mendukung upaya menjaga keamanan regional, memperkuat koordinasi dengan negara-negara Teluk, serta mendorong stabilitas di kawasan yang tengah menghadapi peningkatan ketegangan geopolitik. (haidar/andalusmedia.id)














