• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Bashar Assad bersama istrinya Asma dan anak-anak mereka berjalan di kota Aleppo - 2022 (Halaman Facebook mantan Kepresidenan Suriah)

Bashar Assad Ingin Tinggal di Abu Dhabi, Namun Ditolak Pemerintah Uni Emirat Arab

14 jam ago
Trump Desak Iran

Trump Desak Iran Kembali Berunding Usai Serangan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

12 menit ago
Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

12 jam ago
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

12 jam ago
Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa

Pemerintahan Ahmad Al-Sharaa, Siapkan Ribuan Bukti Kejahatan Kaki Tangan Rezim Assad

13 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juni 8, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Bashar Assad Ingin Tinggal di Abu Dhabi, Namun Ditolak Pemerintah Uni Emirat Arab

Upaya Bashar Assad Mencari Tempat Tinggal Baru Setelah Kabur dari Suriah

by Admin Andalus
14 jam ago
A A
Bashar Assad bersama istrinya Asma dan anak-anak mereka berjalan di kota Aleppo - 2022 (Halaman Facebook mantan Kepresidenan Suriah)

Bashar Assad bersama istrinya Asma dan anak-anak mereka berjalan di kota Aleppo - 2022 (Halaman Facebook mantan Kepresidenan Suriah)

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Laporan media internasional mengungkap baru, bahwa keluarga Bashar Assad pernah berupaya untuk menetap secara permanen di Uni Emirat Arab, khususnya di Abu Dhabi, setelah kabur dari Suriah. Upaya ini dilakukan dalam beberapa tahap, di mana keluarga Assad beberapa kali mengajukan permohonan izin tinggal jangka panjang dengan harapan dapat memulai kehidupan baru di negara Teluk tersebut. Namun, permohonan tersebut tidak pernah mendapatkan persetujuan dari pihak berwenang Uni Emirat Arab.

Menurut laporan yang dikutip dari Enab Baladi, keluarga Bashar Assad sempat tinggal sementara di Abu Dhabi setelah keluar dari Suriah, sebelum akhirnya mencoba mengajukan permohonan untuk tinggal secara permanen. Permintaan tersebut, meskipun diajukan berulang kali, akhirnya ditolak secara tegas oleh otoritas Uni Emirat Arab. Penolakan ini tidak disampaikan dalam bentuk pernyataan politik terbuka, melainkan berdasarkan pertimbangan internal yang bersifat keamanan.

Keluarga Assad bahkan melakukan pendekatan berulang dengan harapan bisa memperoleh izin menetap. Namun pemerintah Emirat tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan izin tinggal jangka panjang kepada mereka.

Alasan Keamanan di Balik Penolakan dan Kehidupan Baru di Rusia

Pemerintah Uni Emirat Arab, menurut laporan tersebut, menilai bahwa keberadaan keluarga Assad di wilayah mereka dapat menimbulkan risiko keamanan yang serius. Pejabat keamanan Emirat dilaporkan menyampaikan bahwa keberadaan mereka di Abu Dhabi bisa membuat mereka menjadi target mudah bagi potensi ancaman atau upaya pembunuhan, mengingat latar belakang politik dan konflik panjang yang melibatkan keluarga Assad di Suriah.

RelatedPosts

Trump Desak Iran Kembali Berunding Usai Serangan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

Karena alasan tersebut, permohonan izin tinggal permanen ditolak demi mempertimbangkan keselamatan keluarga itu sendiri serta stabilitas keamanan dalam negeri. Keputusan tersebut lebih bersifat pencegahan risiko dibandingkan penolakan politik terbuka.

Setelah gagal mendapatkan izin tinggal di Uni Emirat Arab, keluarga Assad kemudian berpindah ke Rusia. Di negara tersebut, Bashar al-Assad kini dilaporkan tinggal di Moskow dengan pengamanan ketat. Ia hidup dalam kondisi yang nyaman secara materi, namun sangat terbatas dalam hal kebebasan bergerak dan aktivitas publik.

Laporan menyebutkan bahwa Assad tinggal berpindah antara apartemen mewah di kawasan Moskow City dan sebuah vila di wilayah elit Rublyovka. Kedua lokasi tersebut dikenal sebagai area tempat tinggal para elite politik dan ekonomi Rusia, dengan sistem keamanan yang sangat ketat.

Kehidupan Assad di Moskow digambarkan sangat tertutup. Ia jarang terlihat di ruang publik dan hampir tidak pernah muncul dalam kegiatan sosial atau politik sejak kedatangannya ke Rusia. Kondisi ini memperkuat gambaran bahwa ia hidup dalam isolasi politik setelah kehilangan kekuasaan di Suriah.

Sebagian laporan juga menyebut bahwa kebutuhan hidupnya di Rusia ditopang oleh aset keuangan yang telah dipindahkan dari Suriah selama masa pemerintahannya. Namun tidak ada informasi rinci mengenai jumlah atau bentuk kekayaan tersebut.

Selain itu, aktivitas sehari-hari Assad di Rusia dihabiskan dengan membaca buku, terutama yang berkaitan dengan ilmu kedokteran mata, bidang yang pernah ia pelajari sebelum menjadi penguasa Suriah. Ia juga sering bermain game online serta mencoba mempelajari bahasa Rusia sebagai bagian dari adaptasi kehidupannya di Moskow.

Sementara itu, anggota keluarganya juga sesekali terlihat di beberapa lokasi publik di Moskow. Anak-anaknya, termasuk putra dan putrinya, dilaporkan pernah terlihat bersama ibu mereka, Asma al-Assad, di pusat perbelanjaan mewah. Namun kemunculan tersebut sangat terbatas dan tidak menjadi bagian dari kehidupan publik yang aktif.

Perjalanan pendidikan anak perempuan Assad, Zain, juga menjadi sorotan dalam laporan tersebut. Ia sempat melanjutkan studi di cabang Universitas Sorbonne di Abu Dhabi, namun mengalami tekanan sosial setelah identitasnya diketahui publik. Hal itu memicu protes dan ketidaknyamanan di lingkungan kampus, yang akhirnya membuatnya menghentikan studi di sana.

Setelah meninggalkan Abu Dhabi, Zain kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Hubungan Internasional Negara Moskow. Di lembaga tersebut, ia berhasil menyelesaikan studinya dan meraih gelar sarjana. Upacara kelulusannya dihadiri oleh ibunya dan saudara-saudaranya, meskipun ayahnya tidak hadir dalam acara tersebut.

Laporan ini juga menyoroti hubungan antara Bashar al-Assad dan pemerintah Rusia. Keberadaannya di Moskow berada di bawah pengamanan ketat, dengan pembatasan akses media dan publik terhadap tempat tinggalnya. Bahkan, jurnalis tidak diperbolehkan mendekati kompleks tempat ia tinggal, sehingga tidak ada dokumentasi langsung mengenai kehidupannya saat ini.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun Assad tidak lagi memegang kekuasaan di Suriah, ia masih menjadi figur dengan sensitivitas tinggi secara politik dan keamanan internasional. Kehidupannya di Rusia yang tertutup serta penolakan dari Uni Emirat Arab menggambarkan bagaimana posisi politiknya kini berubah drastis dari seorang kepala negara menjadi sosok yang hidup dalam pengasingan.

Upaya keluarga Assad untuk menetap di Abu Dhabi yang berakhir dengan penolakan, serta perpindahan mereka ke Rusia, mencerminkan dinamika kompleks yang masih menyertai nama besar keluarga ini dalam peta politik Timur Tengah hingga saat ini. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Bashar Assadberita Timur Tengah terbarukabar suriahrusiasuriah
Share949Tweet593SendShare
Previous Post

Mesir Tolak Duta Besar Suriah karena Afiliasinya dengan Ikhwanul Muslimin

Next Post

Tokoh Penting Mujahidin Suriah dari Al-Asaib al-Hamra Dilaporkan Tewas dalam Serangan Misterius di Idlib

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Trump Desak Iran

Trump Desak Iran Kembali Berunding Usai Serangan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

8 Juni 2026
Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

8 Juni 2026
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

8 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.