• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Nilai tukar rupiah

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menekan Nilai Tukar Indonesia

2 hari ago
Trump Desak Iran

Trump Desak Iran Kembali Berunding Usai Serangan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

3 menit ago
Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

12 jam ago
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

12 jam ago
Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa

Pemerintahan Ahmad Al-Sharaa, Siapkan Ribuan Bukti Kejahatan Kaki Tangan Rezim Assad

13 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juni 8, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Nasional

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor yang Menekan Nilai Tukar Indonesia

Rupiah sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS untuk pertama kalinya dalam sejarah. Tekanan datang dari konflik geopolitik global, arus keluar modal asing, kenaikan harga minyak, hingga menurunnya pasokan devisa dari sektor perdagangan.

by Admin Andalus
2 hari ago
A A
Nilai tukar rupiah

Nilai tukar rupiah diprediksi melemah seiring kebijakan perdagangan AS tak pasti.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nilai tukar rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini menjadikan rupiah berada di titik terendah sepanjang sejarah perdagangan mata uang Indonesia dan memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Berdasarkan data perdagangan pada Kamis (4/6/2026), kurs rupiah sempat bergerak di kisaran Rp18.015 hingga Rp18.028 per dolar AS sebelum akhirnya menguat kembali ke area Rp17.900-an. Meski demikian, tekanan terhadap mata uang Garuda masih dinilai cukup besar karena berbagai faktor eksternal dan domestik belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Sejumlah ekonom menilai pelemahan rupiah saat ini tidak hanya dipicu oleh kondisi global, tetapi juga dipengaruhi dinamika ekonomi dalam negeri yang membuat pasar lebih berhati-hati dalam menempatkan investasinya di Indonesia.

Chief Economist Bank Tabungan Negara (BTN), Myrdal Gunarto, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang membebani rupiah adalah perpindahan dana investor global dari negara berkembang menuju negara maju.

Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik yang meningkat, investor cenderung memilih aset yang dianggap lebih aman atau safe haven. Akibatnya, aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, semakin besar.

Menurut Myrdal, fenomena tersebut terlihat dari menguatnya indeks saham di sejumlah negara maju yang bahkan mencatat rekor tertinggi baru. Situasi ini menunjukkan bahwa investor global tengah mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan lebih memilih instrumen investasi yang dinilai lebih stabil.

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga terus mencermati kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah Indonesia. Penilaian dari lembaga pemeringkat internasional hingga sentimen investor terhadap prospek ekonomi nasional turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Tekanan terhadap rupiah semakin berat akibat derasnya arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia. Pada akhir Mei 2026, dana asing yang keluar dari bursa saham domestik mencapai ratusan juta dolar AS.

Aksi jual tersebut terutama terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar serta emiten yang terdampak penyesuaian indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Ketika investor asing menjual saham dan memindahkan dana ke luar negeri, kebutuhan terhadap dolar AS meningkat. Kondisi ini membuat permintaan dolar naik dan mendorong pelemahan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai faktor geopolitik global menjadi penyebab utama penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia.

Baca Artikel Lainnya: Israel Klaim Tewaskan Pejabat Keamanan Hamas, Serangan di Gaza Dilaporkan Tewaskan 11 Warga Sipil

Konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, telah meningkatkan ketidakpastian pasar global. Dalam situasi seperti ini, dolar AS kembali menjadi aset pilihan investor internasional.

Menurut Ariston, selama konflik belum menunjukkan tanda-tanda mereda, tekanan terhadap mata uang negara berkembang termasuk rupiah masih berpotensi berlanjut.

Selain faktor geopolitik dan arus modal, rupiah juga menghadapi tekanan musiman dari kebutuhan pembayaran dividen kepada investor asing.

Setelah musim Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), banyak perusahaan Indonesia harus menyediakan dolar AS untuk membayar dividen kepada pemegang saham luar negeri. Peningkatan kebutuhan valuta asing ini otomatis menambah permintaan dolar di pasar domestik.

RelatedPosts

No Content Available

Faktor lain yang turut membebani rupiah adalah kenaikan harga minyak dunia. Ketegangan di Timur Tengah membuat harga energi global melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Harga minyak Brent tercatat mendekati 96 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak di atas 93 dolar AS per barel.

Bagi Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyaknya, kenaikan harga energi berarti meningkatnya kebutuhan dolar AS untuk membayar impor. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah menjadi semakin besar.

Di sisi lain, pasokan devisa dari sektor perdagangan juga mengalami penurunan. Surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 tercatat hanya sekitar 89 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan capaian pada bulan-bulan sebelumnya.

Tipisnya surplus perdagangan menyebabkan pasokan dolar AS di dalam negeri berkurang. Ketika pasokan devisa menurun sementara permintaan dolar meningkat, ruang penguatan rupiah menjadi semakin terbatas.

Meski menghadapi tekanan berat, para ekonom menilai peluang pemulihan rupiah masih terbuka. Meredanya konflik geopolitik, stabilnya harga minyak dunia, serta kembalinya arus modal asing ke pasar Indonesia dapat membantu memperkuat nilai tukar dalam beberapa bulan mendatang.

Selain itu, peningkatan ekspor dan membaiknya surplus perdagangan juga menjadi faktor penting untuk memperkuat cadangan devisa dan menjaga stabilitas rupiah.

Untuk saat ini, pasar masih menunggu perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran, arah kebijakan moneter global, serta langkah pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Dolar ASEkonomi Globalkurs rupiahRupiah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Israel Klaim Tewaskan Pejabat Keamanan Hamas, Serangan di Gaza Dilaporkan Tewaskan 11 Warga Sipil

Next Post

Kedekatan Afghanistan dan Rusia Menguat, Faktor Keamanan hingga Geopolitik Berperan

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Trump Desak Iran

Trump Desak Iran Kembali Berunding Usai Serangan Rudal ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

8 Juni 2026
Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

8 Juni 2026
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

8 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.