Militer Israel mengklaim berhasil menewaskan sejumlah pejabat Direktorat Keamanan Umum Hamas dalam serangkaian serangan udara yang dilakukan di Jalur Gaza pada Kamis (4/6/2026). Namun di saat yang sama, serangan yang berlangsung di berbagai wilayah Gaza juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya 11 warga sipil Palestina tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Dalam pernyataan bersama, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan Shin Bet menyebut operasi tersebut menargetkan sejumlah tokoh keamanan Hamas yang beroperasi di wilayah utara Gaza.
Salah satu nama yang disebut tewas adalah Hasan Rabah Hasan Labad yang oleh pihak Israel diidentifikasi sebagai wakil kepala Direktorat Keamanan Umum Hamas. Selain itu, Israel juga mengklaim telah menewaskan tiga pejabat lainnya, yakni Assem Amin Shalash Shubeir, Abdullah Atta Yunis Abu Kloub, dan Muhammad Numan Zaki Abu Marq.
Menurut militer Israel, para pejabat tersebut memiliki peran penting dalam sistem keamanan internal Hamas, termasuk menjaga komunikasi organisasi, melindungi para pemimpin kelompok, serta mengumpulkan informasi terkait aktivitas militer Israel di lapangan.
Hingga saat ini, pihak Hamas belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi maupun membantah klaim tersebut.
Sementara itu, serangan udara yang berlangsung sejak dini hari dilaporkan menghantam sejumlah kawasan permukiman di Kota Gaza dan wilayah sekitarnya. Sumber medis serta saksi mata setempat menyebut beberapa bangunan apartemen menjadi sasaran serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil.
Di kawasan Jalan Al-Mukhabarat, barat laut Kota Gaza, sebuah serangan dilaporkan menghancurkan apartemen keluarga yang dihuni pasangan suami istri bersama tiga anak mereka. Lima anggota keluarga tersebut dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang anak perempuan berhasil selamat dan kini menjalani perawatan intensif.
Serangan lain di kawasan Tal Al-Hawa dilaporkan menewaskan sepasang suami istri setelah bangunan tempat tinggal mereka terkena hantaman bom udara.
Baca Artikel Lainnya: Israel Libatkan Aktivis Temple Mount dalam Pengamanan Masjid Al-Aqsa
Di Kamp Pengungsi Al-Shati, serangan udara memicu kebakaran yang menjalar ke sejumlah bangunan di sekitarnya. Sedikitnya satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Korban jiwa juga dilaporkan terjadi di kawasan Sheikh Radwan setelah sebuah apartemen di Menara Al-Ghoul terkena serangan yang memicu kebakaran hebat di dalam bangunan.
Rentetan ledakan yang terjadi hampir bersamaan menyebabkan kepanikan di berbagai wilayah Kota Gaza. Banyak warga dilaporkan berhamburan meninggalkan rumah mereka untuk mencari lokasi yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya intensitas serangan.
Di wilayah selatan Gaza, Nasser Medical Complex melaporkan menerima sejumlah korban luka akibat serangan drone bersenjata yang terjadi di pusat Khan Younis.
Di tengah situasi tersebut, data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan bahwa jumlah korban terus bertambah meskipun gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025.
Menurut otoritas kesehatan setempat, ratusan warga Palestina dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka dalam berbagai insiden yang terjadi sejak kesepakatan penghentian sementara pertempuran mulai berlaku.
Perkembangan terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan di Gaza. Meski berbagai upaya diplomasi dan kesepakatan gencatan senjata telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir, bentrokan dan serangan militer masih terus terjadi.
Sejumlah organisasi kemanusiaan internasional juga terus memperingatkan bahwa berlanjutnya operasi militer dan ketidakstabilan keamanan berpotensi memperburuk kondisi warga sipil yang telah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan sejak perang pecah pada Oktober 2023. (haidar/andalusmedia.id)














