Turki bersama aparat intelijen Suriah kembali menunjukkan peningkatan koordinasi keamanan dalam memerangi jaringan ISIS di kawasan. Dalam sebuah operasi gabungan yang berlangsung di Suriah, badan intelijen Turki MİT bekerja sama dengan intelijen Suriah berhasil menangkap 10 anggota ISIS yang masuk daftar buronan internasional.
Operasi tersebut menjadi salah satu kerja sama keamanan paling menonjol antara Ankara dan pemerintahan baru Suriah dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus memperlihatkan semakin kuatnya koordinasi kedua pihak dalam menghadapi ancaman kelompok ekstremis.
Operasi Gabungan di Wilayah Suriah
Menurut laporan yang beredar, operasi ini dilakukan melalui koordinasi langsung antara badan intelijen Turki dan aparat keamanan Suriah. Kesepuluh tersangka kemudian dipindahkan ke Turki untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
Media Turki menyebut para tersangka merupakan individu yang masuk dalam daftar “red notice” atau buronan internasional karena diduga terlibat dalam berbagai aktivitas ISIS, baik di Suriah maupun Turki.
Beberapa di antaranya disebut memiliki peran penting dalam struktur organisasi ISIS, termasuk di bidang:
- intelijen,
- logistik,
- media propaganda,
- hingga koordinasi operasional.
Terkait Serangan Bom Ankara 2015
Salah satu nama paling menonjol dalam operasi ini adalah Ali Bura yang disebut sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai “amir intelijen ISIS untuk Turki”.
Selain itu, aparat juga menangkap Omar Deniz Dundar yang menurut sejumlah laporan diduga memiliki keterkaitan dengan pelaku serangan bom di Stasiun Kereta Ankara tahun 2015.
Serangan tersebut merupakan salah satu aksi teror paling mematikan dalam sejarah modern Turki. Ledakan yang terjadi saat demonstrasi damai itu menewaskan lebih dari 100 orang dan melukai ratusan lainnya.
Kasus tersebut selama bertahun-tahun menjadi simbol ancaman ISIS terhadap keamanan domestik Turki.
Sejumlah Nama Penting Ikut Ditangkap
Operasi ini juga menangkap sejumlah tersangka lain yang diduga aktif dalam berbagai aktivitas ISIS di Suriah.
Di antara nama yang disebut adalah:
- Hussein Bari
- Qader Gozokara
- Abdullah Choban Oglu
- Haqqi Yoksek
- Qader Demir
- Tashkdar Yilmaz
- Murad Ozdemir
- Ishaq Gonji
Mereka diduga memiliki keterlibatan dalam operasi lapangan, dukungan logistik, pelayanan medis internal ISIS, hingga aktivitas propaganda kelompok tersebut.
Koordinasi Keamanan Turki–Suriah Mulai Menguat
Pengamat melihat operasi ini sebagai indikasi meningkatnya koordinasi keamanan antara Turki dan pemerintahan baru Suriah di bawah Ahmad al-Sharaa.
Setelah perubahan besar politik di Damaskus, kedua pihak mulai memperluas kerja sama keamanan terutama dalam:
- memerangi ISIS,
- menjaga stabilitas wilayah utara Suriah,
- serta mengendalikan jaringan ekstremis lintas perbatasan.
Bagi Turki, ancaman ISIS masih dianggap serius karena kelompok tersebut pernah melakukan sejumlah serangan besar di dalam negeri Turki selama beberapa tahun terakhir.
Sementara bagi pemerintah Suriah baru, keberhasilan operasi semacam ini penting untuk menunjukkan bahwa Damaskus ingin membangun stabilitas dan mencegah Suriah kembali menjadi tempat berkembangnya kelompok ekstremis bersenjata.
Pemerintahan Baru Suriah Ingin Tampilkan Stabilitas
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Ahmad al-Sharaa berusaha membangun citra bahwa Suriah memasuki fase baru yang lebih stabil dibanding era perang berkepanjangan sebelumnya.
Selain reformasi birokrasi dan ekonomi, sektor keamanan juga menjadi fokus utama pemerintah baru. Kerja sama dengan Turki dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat pengawasan wilayah serta menutup ruang gerak kelompok-kelompok bersenjata radikal.
Operasi gabungan ini juga menjadi pesan politik bahwa pemerintahan baru Suriah tidak ingin dikaitkan dengan aktivitas ISIS, sekaligus ingin menunjukkan kesiapan bekerja sama dengan negara-negara regional dalam isu keamanan dan pemberantasan terorisme.
Di sisi lain, operasi tersebut memperlihatkan bahwa Turki masih memainkan peran besar dalam dinamika keamanan Suriah, terutama di wilayah utara yang selama bertahun-tahun menjadi pusat konflik dan aktivitas berbagai kelompok bersenjata. (ahmad/andalusmedia.id)

![Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada 18 Januari 2026. [GETTY]](https://andalusmedia.id/wp-content/uploads/2026/05/clipboard-image-1779850121-75x75.webp)










![Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menandatangani perjanjian gencatan senjata dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi pada 18 Januari 2026. [GETTY]](https://andalusmedia.id/wp-content/uploads/2026/05/clipboard-image-1779850121-120x86.webp)

