• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Warga Australia Eks ISIS

Australia Mulai Pulangkan Lagi Keluarga Eks ISIS dari Suriah

2 jam ago
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

16 menit ago
Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka,

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

1 jam ago
Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

1 jam ago
Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa dan Bashar Assad

Zionis Lebih Nyaman dengan Assad daripada Pemerintahan Baru Suriah

2 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Mei 23, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Australia Mulai Pulangkan Lagi Keluarga Eks ISIS dari Suriah

Setelah Bertahun-tahun Tinggal di Kamp Pengungsi, Warga Australia Eks ISIS Bersiap Kembali ke Tanah Air

by Admin Andalus
2 jam ago
A A
Warga Australia Eks ISIS
2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Australia kembali memulangkan warganya yang selama ini tinggal di kamp-kamp penahanan di Suriah timur laut pasca runtuhnya ISIS. Kelompok terbaru yang dipulangkan terdiri dari perempuan dan anak-anak yang selama bertahun-tahun hidup di kamp Roj, salah satu kamp paling terkenal yang menampung keluarga eks anggota ISIS dari berbagai negara.

Laporan ini pertama kali disampaikan Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan kemudian dikutip Al Jazeera. Menurut laporan tersebut, sebuah bus yang membawa rombongan perempuan dan anak-anak Australia meninggalkan kamp Roj pada Kamis sore dengan pengawalan pejabat pemerintah Suriah.

Mereka diperkirakan akan dibawa lebih dulu ke Damaskus sebelum melanjutkan perjalanan menuju Australia. Meski begitu, pemerintah Australia belum mengumumkan kapan mereka benar-benar akan tiba.

Dulu Datang ke Suriah Ikut Suami Gabung ISIS

Sebagian besar perempuan ini diketahui datang ke Suriah sekitar tahun 2012 hingga 2016. Saat itu perang Suriah sedang memanas dan ISIS berada di puncak kekuatannya.

RelatedPosts

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

Banyak dari mereka datang mengikuti suami yang bergabung dengan ISIS. Ada yang pindah secara diam-diam, ada juga yang berangkat lewat jaringan perekrutan online yang saat itu sangat aktif di Australia dan negara Barat lainnya.

Namun setelah ISIS runtuh pada 2019, nasib mereka berubah total.

Ribuan perempuan dan anak-anak asing akhirnya terjebak di kamp-kamp penahanan di Suriah timur laut dibawah otoritas SDF. Mereka hidup bertahun-tahun dalam kondisi serba terbatas, tenda pengungsian, keamanan ketat, kekurangan fasilitas, dan masa depan yang tidak jelas.

Kamp Roj sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu tempat penahanan keluarga eks ISIS asing. Penghuninya berasal dari berbagai negara, mulai dari Eropa sampai Australia.

Australia Dulu Menolak, Sekarang Mulai Terima Lagi

Selama bertahun-tahun, pemerintah Australia sebenarnya sangat keras soal pemulangan warga yang terkait ISIS. Canberra berkali-kali menolak membantu mereka pulang karena alasan keamanan nasional.

Pemerintah Australia khawatir sebagian dari mereka masih memiliki hubungan dengan jaringan ekstremis atau membawa ideologi ISIS.

Tapi situasi di Suriah mulai berubah.

Sistem keamanan kamp-kamp penahanan di wilayah timur laut Suriah perlahan melemah, terutama setelah kondisi pasukan penjaga di sana makin tidak stabil. Karena itulah beberapa negara mulai berubah sikap dan memilih memulangkan sebagian warganya dibanding membiarkan mereka tetap berada di Suriah tanpa kepastian.

Awal bulan ini, Australia juga sudah menerima empat perempuan dan sembilan anak dari Suriah.

Namun kepulangan mereka langsung bikin heboh.

Langsung Ditangkap Setibanya di Australia

Begitu tiba di Melbourne, dua perempuan bernama Kawsar Ahmed dan putrinya Zainab Ahmed langsung ditangkap aparat keamanan Australia.

Keduanya didakwa terlibat kasus perbudakan terhadap perempuan Yazidi saat berada di wilayah kekuasaan ISIS beberapa tahun lalu.

Sementara perempuan lain, Janay Safar, menghadapi dakwaan terkait aktivitas terorisme.

Kasus itu langsung memicu perdebatan panas di Australia. Banyak pihak menuduh pemerintah terlalu lunak karena membiarkan mereka kembali setelah bertahun-tahun hidup bersama ISIS di Suriah.

Kelompok oposisi bahkan menyebut pemerintah gagal mencegah kembalinya orang-orang yang dianggap punya keterkaitan dengan organisasi ekstremis.

Meski begitu, pemerintah Australia tetap melanjutkan proses pemulangan dengan pengawasan ketat dari aparat keamanan dan intelijen.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, mengatakan seluruh badan keamanan sudah bersiap menghadapi kedatangan kelompok berikutnya. Pemeriksaan keamanan juga disebut akan dilakukan secara menyeluruh.

Kamp-kamp ISIS Mulai Jadi Beban Dunia

Gelombang pemulangan ini sebenarnya bukan hanya terjadi di Australia.

Sejak awal tahun, beberapa negara mulai bergerak memulangkan sebagian warga mereka dari kamp-kamp Suriah. Penyebab utamanya karena situasi keamanan di sana semakin rapuh.

Pada Januari lalu, Amerika Serikat bahkan mulai memindahkan sebagian tahanan ISIS setelah struktur penjagaan kamp di wilayah yang dikuasai SDF pimpinan Kurdi mulai melemah.

Selama ini, SDF menjadi pihak utama yang menjaga ribuan tahanan ISIS dan keluarga mereka di Suriah timur laut. Tapi perubahan situasi politik dan keamanan membuat banyak negara mulai khawatir kamp-kamp itu tidak lagi aman.

Kalau sewaktu-waktu sistem penjagaan runtuh, ribuan eks anggota ISIS dan keluarganya bisa kabur begitu saja. Karena itu, negara-negara Barat kini menghadapi dilema besar.

Di satu sisi mereka khawatir soal ancaman keamanan jika para eks keluarga ISIS dipulangkan. Tapi di sisi lain, membiarkan mereka terus hidup di kamp Suriah tanpa kepastian juga dianggap bukan solusi jangka panjang.

Dan sekarang, Australia perlahan mulai mengambil keputusan yang dulu selama bertahun-tahun mereka hindari: membawa pulang warganya sendiri dari Suriah. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Australiaisiskabar suriahkamp rojsuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Investigasi The Wall Street Journal Bongkar Daftar Buruan Rahasia Israel di Gaza

Next Post

Zionis Lebih Nyaman dengan Assad daripada Pemerintahan Baru Suriah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka,

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

23 Mei 2026
Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

23 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.