Turki dan Suriah kembali menunjukkan perkembangan hubungan yang signifikan setelah berlangsungnya pertemuan militer tingkat tinggi antara pejabat pertahanan kedua negara di Istanbul. Pertemuan tersebut mempertemukan Kepala Staf Umum Turki, Selçuk Bayraktaroğlu, dengan Menteri Pertahanan Suriah, Marhaf Abu Qasra, di sela-sela ajang internasional SAHA 2026 yang digelar di Istanbul.
Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya komunikasi politik dan keamanan antara Ankara dan Damaskus dalam beberapa bulan terakhir. Meski pihak militer Turki tidak membeberkan detail isi pembicaraan, pertemuan tersebut adalah sinyal semakin eratnya kerja sama pertahanan dan keamanan antara kedua negara setelah bertahun-tahun hubungan keduanya berada dalam ketegangan akibat perang Suriah.
Staf Umum Turki hanya menyampaikan bahwa pertemuan dilakukan dalam rangka partisipasi kedua pihak di Pameran Industri Pertahanan, Penerbangan, dan Antariksa Internasional SAHA 2026. Sejumlah foto pertemuan turut dipublikasikan, memperlihatkan suasana pembicaraan yang berlangsung formal namun hangat.
SAHA 2026 sendiri merupakan salah satu pameran industri pertahanan terbesar di kawasan Eurasia dan Timur Tengah. Tahun ini, pameran tersebut digelar di area seluas lebih dari 400 ribu meter persegi dengan partisipasi lebih dari 1.700 perusahaan pertahanan dan teknologi dari lebih 120 negara.
Ajang ini mempertemukan perusahaan industri militer, produsen teknologi pertahanan, lembaga keamanan, hingga pejabat tinggi militer dari berbagai negara. Selain menjadi tempat promosi produk pertahanan, SAHA juga menjadi arena penting untuk membangun kerja sama strategis, transfer teknologi, dan kesepakatan keamanan internasional.
Pemerintah Turki menargetkan peningkatan nilai ekspor industri pertahanannya hingga mencapai 8 miliar dolar AS pada edisi tahun ini. Angka tersebut meningkat dibanding pencapaian sekitar 6,2 miliar dolar AS pada pameran tahun 2024 lalu.
Di tengah besarnya perhatian terhadap perkembangan industri pertahanan Turki, delegasi Suriah juga tampak aktif menghadiri berbagai agenda dalam pameran tersebut. Tidak hanya dari sektor militer, delegasi dari Kementerian Dalam Negeri Suriah juga ikut berpartisipasi dalam pembukaan SAHA 2026.
Delegasi keamanan Suriah dipimpin oleh Asisten Menteri Dalam Negeri Bidang Administrasi dan Keuangan, Brigadir Jenderal Bassem Al-Mansour. Turut hadir pula Brigadir Jenderal Al-Baraa Al-Ali dan Kolonel Muhammad Al-Hamoud.
Menurut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Suriah, delegasi tersebut mengunjungi paviliun sejumlah perusahaan internasional yang bergerak di bidang teknologi keamanan dan industri pertahanan. Mereka meninjau berbagai sistem modern, termasuk perangkat keamanan khusus, teknologi pertahanan terbaru, hingga sistem pendukung operasional lapangan.
Delegasi Suriah juga melakukan pembicaraan dengan sejumlah perusahaan internasional terkait peluang pertukaran pengalaman teknis dan pengembangan teknologi keamanan. Selain itu, mereka membahas inovasi terbaru dalam sistem persenjataan dan peralatan teknis yang dinilai dapat membantu meningkatkan kemampuan operasional dan administrasi institusi keamanan Suriah.
Partisipasi aktif Suriah dalam pameran SAHA 2026 memperlihatkan upaya Damaskus untuk mulai mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern setelah bertahun-tahun terdampak perang dan sanksi internasional. Pemerintah Suriah kini tampak berupaya membangun kembali institusi keamanan dan militernya melalui kerja sama regional, terutama dengan Turki.
Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan Ankara dan Damaskus memang mengalami perubahan besar. Jika sebelumnya kedua negara berada di jalur konflik politik, kini komunikasi tingkat tinggi mulai rutin dilakukan, baik dalam bidang diplomatik, keamanan, maupun militer.
Sebelumnya, kedua negara juga telah menandatangani nota kerja sama militer yang mencakup pelatihan, konsultasi pertahanan, dan restrukturisasi institusi militer Suriah. Turki bahkan disebut akan membantu modernisasi sejumlah sektor pertahanan Suriah sebagai bagian dari fase baru hubungan bilateral.
Pertemuan militer di Istanbul dan partisipasi delegasi Suriah dalam SAHA 2026 menjadi gambaran bahwa hubungan Turki-Suriah kini bergerak menuju kerja sama strategis yang lebih luas. Di tengah dinamika geopolitik kawasan, kedua negara tampaknya mulai membangun pola hubungan baru yang berfokus pada stabilitas keamanan, penguatan institusi pertahanan, dan kepentingan regional jangka panjang. (ahmad/andalusmedia.id)