• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Gaza

Pernyataan Keras Khalil al-Hayya Gaza Tak Akan Tunduk Meski Terus Diserang

7 hari ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

14 jam ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

14 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

17 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

17 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Kamis, Mei 14, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Palestina

Pernyataan Keras Khalil al-Hayya Gaza Tak Akan Tunduk Meski Terus Diserang

Hamas tuduh Israel terus langgar gencatan senjata dan gunakan intimidasi dalam proses negosiasi

by Admin Andalus
7 hari ago
A A
Gaza

Khalil Al Hayya, anggota biro politik Hamas

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kepala Hamas di Gaza, Khalil al-Hayya, menegaskan bahwa serangan Israel terhadap para pemimpin Palestina dan anggota keluarga mereka tidak akan melemahkan keteguhan rakyat Palestina dalam menghadapi perang yang terus berlangsung di Jalur Gaza.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera Arabic pada Rabu (7/5/2026), Al-Hayya mengungkapkan bahwa putranya, Azzam al-Hayya, mengalami luka serius akibat serangan udara Israel yang menghantam kawasan Al-Daraj di Gaza pada Rabu malam.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Hamza al-Sharbasi dalam serangan yang sama. Menurut Al-Hayya, sejumlah korban lain turut mengalami luka berat di tengah kondisi kemanusiaan yang disebut semakin memburuk.

Al-Hayya tidak secara langsung memastikan apakah putranya menjadi target utama dalam serangan tersebut. Namun, ia menilai seluruh rakyat Palestina kini menjadi sasaran operasi militer Israel yang terus berlangsung di Gaza.

RelatedPosts

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

Menurutnya, Israel menggunakan kebijakan pembunuhan dan intimidasi sebagai upaya untuk menekan para negosiator Palestina agar menyerah dalam proses perundingan yang sedang berlangsung.

“Penargetan terhadap para pemimpin dan anak-anak mereka tidak akan mematahkan tekad rakyat Palestina,” kata Al-Hayya dalam wawancara tersebut.

Ia menambahkan bahwa rakyat Palestina akan tetap bertahan di tanah mereka meskipun harus menghadapi pengorbanan besar akibat konflik yang berkepanjangan.

Terkait perjanjian gencatan senjata, Al-Hayya menuduh Israel tidak menjalankan komitmen dalam fase pertama kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya.

Menurutnya, lebih dari 850 warga Palestina tewas selama tujuh bulan terakhir, dengan rata-rata lima korban jiwa setiap hari. Selain itu, ribuan warga lainnya disebut mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berlangsung.

Al-Hayya juga menuduh Israel menerapkan “kelaparan sistematis” dengan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menyebut Hamas telah menyerahkan laporan harian kepada para mediator internasional terkait dugaan pelanggaran tersebut, namun Israel disebut mengabaikannya.

Ia mendesak negara-negara mediator, terutama Amerika Serikat, untuk memberikan tekanan kepada Israel agar mematuhi isi kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pembahasan negosiasi, Al-Hayya menyatakan kegagalan menuju fase kedua perjanjian disebabkan oleh ketidakpatuhan Israel terhadap kewajiban pada fase pertama.

Baca Artikel Lainnya: Tokoh Palestina Ungkap Proyek Ekspansionis Israel di Timur Tengah

Meski demikian, Hamas disebut tetap siap melanjutkan proses menuju tahap berikutnya apabila seluruh kewajiban kemanusiaan dilaksanakan secara penuh, termasuk distribusi bantuan dan perlindungan warga sipil.

Al-Hayya juga menolak wacana pelucutan senjata kelompok perlawanan pada kondisi saat ini. Menurutnya, pembicaraan mengenai isu strategis tersebut tidak realistis ketika kebutuhan dasar masyarakat Gaza seperti makanan, obat-obatan, dan akses bantuan kemanusiaan belum terpenuhi.

Ia menambahkan bahwa ribuan jenazah korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat serangan yang terjadi selama konflik berlangsung.

Dalam pernyataannya, Al-Hayya menyebut para mediator seperti Mesir, Qatar, Turki, serta Amerika Serikat menghadapi tanggung jawab besar untuk memastikan Israel mematuhi kesepakatan.

Menurutnya, keberhasilan negosiasi sangat bergantung pada kemampuan negara-negara penjamin dalam menekan Israel agar memenuhi kewajibannya.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses perundingan masih berlangsung dan beberapa pertemuan intensif telah digelar di Kairo dalam beberapa hari terakhir.

Menanggapi ancaman Israel untuk melanjutkan perang, Al-Hayya menegaskan bahwa agresi sebenarnya tidak pernah berhenti, melainkan hanya berlangsung dalam intensitas berbeda.

Meski demikian, Hamas disebut tidak menginginkan eskalasi baru, tetapi siap membela rakyat Palestina apabila konfrontasi kembali meningkat.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menghentikan perang secara total, memulai rekonstruksi Gaza, serta memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.

Al-Hayya juga menyerukan keterlibatan komunitas internasional untuk mencegah situasi berkembang menjadi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruGazaHamasKhalil al-Hayya
Share948Tweet592SendShare
Previous Post

Tokoh Palestina Ungkap Proyek Ekspansionis Israel di Timur Tengah

Next Post

Skandal Penyelundupan di Perbatasan Gaza, 21 Truk “Hantu” Disita Israel

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.