Suriah dan Amerika Serikat tengah membahas sejumlah langkah untuk memperkuat hubungan bilateral serta mengembangkan kerja sama yang lebih terstruktur antara kedua negara.
Pembahasan tersebut berlangsung pada Senin, ketika Qutaiba Qadish, Direktur Departemen Kerja Sama Internasional di Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Suriah, bertemu dengan delegasi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang dipimpin Andrew Kent.
Menurut kantor berita Suriah SANA, pertemuan itu membahas sejumlah jalur kerja sama, termasuk peran Amerika Serikat dalam mendukung proses pemulihan dan stabilitas di Suriah.
Dorong Hubungan dari Dialog ke Kemitraan
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya dukungan Amerika terhadap tahapan pemulihan Suriah. Dukungan itu disebut dapat membantu memperkuat stabilitas sekaligus membuka jalan bagi hubungan bilateral yang lebih terlembaga.
Pembicaraan tersebut juga mengarah pada upaya mengembangkan hubungan dari sekadar dialog menuju bentuk kemitraan yang memiliki mekanisme kelembagaan dan kerja sama praktis.
Langkah tersebut menunjukkan adanya pembahasan mengenai pola hubungan yang lebih terstruktur antara pemerintah Suriah dan Amerika Serikat. Namun, sumber tidak merinci bentuk kelembagaan maupun mekanisme kerja sama yang akan dibentuk.
Selain isu hubungan bilateral, kedua delegasi turut membahas sejumlah prioritas yang berkaitan dengan kondisi Suriah saat ini.
Bahas Inisiatif “Suriah Tanpa Kamp”
Salah satu agenda yang dibahas adalah inisiatif “Suriah Tanpa Kamp”, yang disebut menjadi salah satu prioritas pada tahap saat ini.
Inisiatif tersebut dibicarakan dengan melibatkan perwakilan dari sejumlah kementerian Suriah yang berkaitan. Namun, laporan sumber tidak menjelaskan secara rinci bentuk pelaksanaan, jadwal, maupun target spesifik dari inisiatif tersebut.
Pembahasan mengenai program tersebut berlangsung dalam konteks upaya memperkuat koordinasi antara lembaga-lembaga Suriah dan pihak Amerika Serikat.
Baca Artikel Lainnya: Israel Tak Lagi Halangi Penerbangan Kalibrasi, Bandara Damaskus dan Aleppo Bersiap Beroperasi Penuh
Kunjungan Al-Sharaa ke Amerika Serikat
Pertemuan Suriah-Amerika itu berlangsung setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa melakukan kunjungan ke New York pada September 2026 untuk menghadiri pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Al-Sharaa memimpin delegasi resmi Suriah yang antara lain terdiri dari Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Asaad Hassan al-Shaibani, Menteri Manajemen Darurat dan Bencana Raed al-Saleh, serta sejumlah pejabat lainnya.
Selama berada di New York, delegasi Suriah mengikuti agenda Majelis Umum PBB dan menggelar pertemuan dengan sejumlah pemimpin serta pejabat internasional.
Menurut laporan tersebut, kunjungan terbaru ini merupakan kunjungan ketiga al-Sharaa ke Amerika Serikat sejak menjabat sebagai presiden. Sebelumnya, ia mengunjungi New York pada September 2025 untuk menghadiri Sidang ke-80 Majelis Umum PBB.
Al-Sharaa kemudian melakukan kunjungan ke Washington pada November 2025 yang mencakup pembicaraan di Gedung Putih.
Pertemuan terbaru antara pejabat Suriah dan delegasi Departemen Luar Negeri AS menjadi bagian dari rangkaian kontak kedua negara yang berfokus pada hubungan bilateral, pemulihan, stabilitas, serta kemungkinan pengembangan kerja sama yang lebih terstruktur. (haidar/andalusmedia.id)














