Sejumlah negara Arab dan organisasi regional menyampaikan kecaman keras terhadap serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok Houthi dan menyasar sejumlah wilayah serta fasilitas sipil dan ekonomi di Arab Saudi.
Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Yordania, Mesir, Bahrain, pemerintah Yaman, hingga Parlemen Arab menyatakan solidaritas kepada Arab Saudi. Mereka menilai serangan tersebut tidak hanya mengancam keamanan Kerajaan, tetapi juga berpotensi memperluas ketegangan di kawasan.
GCC Sebut Serangan Houthi Ancaman Regional
Sekretaris Jenderal GCC Jasem Mohamed Albudaiwi mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, aksi semacam itu menjadi ancaman terhadap keamanan dan perdamaian, baik di tingkat regional maupun internasional.
Albudaiwi juga meminta masyarakat internasional mengambil langkah tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas serangan serta pihak yang memberikan dukungan kepada mereka.
Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota GCC berdiri bersama Arab Saudi dan mendukung kedaulatan, keamanan, serta stabilitas negara tersebut.
Yordania Soroti Serangan di Wilayah Selatan
Kementerian Luar Negeri Yordania turut mengecam serangan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Saudi, termasuk Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran.
Amman juga menyoroti serangkaian gangguan terhadap kapal komersial di Laut Merah. Yordania menilai tindakan tersebut dapat membahayakan jalur pelayaran internasional dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional.
Menurut pemerintah Yordania, ancaman terhadap wilayah Saudi maupun pelayaran di Laut Merah berpotensi menciptakan dampak yang lebih luas terhadap keamanan kawasan.
Mesir: Eskalasi Berbahaya
Mesir menggambarkan serangan rudal dan pesawat tak berawak tersebut sebagai perkembangan yang berbahaya. Kairo menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk serangan yang menyasar warga sipil maupun fasilitas sipil.
Mesir juga menegaskan dukungannya terhadap Arab Saudi. Pemerintah Mesir menilai keamanan dan stabilitas Kerajaan memiliki hubungan erat dengan kepentingan keamanan nasional Mesir serta keamanan dunia Arab secara keseluruhan.
Baca Artikel Lainnya: AS Hadapi Tantangan Baru Usai Integrasi SDF ke Pemerintah Suriah
Sementara itu, Ketua Parlemen Arab Mohammed bin Ahmed Al Yamahi menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi merupakan persoalan yang tidak dapat ditoleransi.
Ia menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan serangan dan mencegah konflik berkembang menjadi eskalasi regional yang lebih besar.
Bahrain dan Yaman Desak Tindakan Internasional
Bahrain juga mengecam serangan terhadap Saudi sekaligus menyoroti ancaman terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dan kawasan Bab al-Mandab.
Manama menyatakan bahwa serangan terhadap jalur perdagangan dan pelayaran internasional bertentangan dengan hukum internasional serta sejumlah resolusi Dewan Keamanan PBB.
Pemerintah Yaman turut menyampaikan kecaman. Kementerian Luar Negeri Yaman menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Arab Saudi dan ancaman terhadap infrastruktur sipil serta ekonomi.
Yaman juga meminta masyarakat internasional menghentikan dukungan berupa senjata, pendanaan, maupun keahlian militer yang disebut mengalir kepada Houthi. Pemerintah Yaman secara khusus menyoroti Iran sebagai salah satu pihak yang mereka tuduh memberikan dukungan kepada kelompok tersebut.
Puluhan Warga Sipil Dilaporkan Terluka
Sebelumnya, juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayjen Turki al-Maliki, menyatakan bahwa serangan tersebut menyebabkan 73 warga sipil mengalami luka-luka. Di antara korban terdapat perempuan dan anak-anak.
Rangkaian kecaman dari negara-negara Arab menunjukkan meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak serangan Houthi terhadap keamanan Saudi dan jalur pelayaran Laut Merah.
Selain persoalan keamanan nasional, ancaman terhadap kawasan tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional. Karena itu, negara-negara Arab mendorong adanya respons internasional untuk mencegah eskalasi yang lebih luas. (haidar/andalusmedia.id)














