• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Air Gaza

Kontaminasi Air Gaza Hampir Tiga Kali Lipat, WHO Peringatkan Ancaman Wabah

2 minggu ago
Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

18 jam ago
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

18 jam ago
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

1 minggu ago
Suriah dan Yordania

Suriah dan Yordania Perkuat Kerja Sama, Kecam Serangan Israel dan Iran

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, September 19, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Palestina

Kontaminasi Air Gaza Hampir Tiga Kali Lipat, WHO Peringatkan Ancaman Wabah

WHO melaporkan lonjakan kontaminasi mikrobiologis air di Gaza dari kurang dari 6 persen menjadi hampir 20 persen sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Kondisi ini dikhawatirkan semakin parah ketika musim hujan tiba.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Air Gaza

WHO melaporkan lonjakan kontaminasi mikrobiologis air di Gaza dari kurang dari 6 persen menjadi hampir 20 persen.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan memburuknya kondisi air di Gaza yang berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit. Ancaman tersebut menjadi semakin serius menjelang musim hujan, ketika banjir dapat membawa limbah dan air tercemar ke kawasan tempat warga Palestina berlindung.

Perwakilan WHO untuk wilayah Palestina yang diduduki, Reinhilde Van de Weerdt, mengungkapkan bahwa tingkat kontaminasi mikrobiologis pada sampel air di Gaza mengalami peningkatan tajam sejak awal 2026.

Dalam konferensi pers di Jenewa pada Selasa (1/9/2026), Van de Weerdt mengatakan WHO telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 6.500 sampel air. Hasilnya menunjukkan tingkat kontaminasi yang sebelumnya berada di bawah 6 persen pada Januari meningkat menjadi hampir 20 persen pada Agustus.

“Yang sangat mengkhawatirkan bagi kami adalah kualitas air yang semakin memburuk,” ujarnya.

RelatedPosts

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

Kasus Diare Ikut Meningkat

Memburuknya kualitas air berjalan bersamaan dengan meningkatnya kasus penyakit yang berkaitan dengan sanitasi. WHO mencatat jumlah kasus diare cair akut hampir meningkat dua kali lipat dalam beberapa bulan.

Pada Maret, tercatat sekitar 30.000 kasus. Jumlah tersebut kemudian melonjak menjadi lebih dari 58.000 kasus pada Agustus.

Kondisi ini diperparah oleh kerusakan infrastruktur yang luas akibat perang. Banyak warga Gaza kini hidup dalam lingkungan yang padat dengan akses terbatas terhadap air bersih, sementara puing bangunan, sampah dan saluran pembuangan yang meluap berada di sekitar tempat tinggal mereka.

WHO memperingatkan kedatangan musim hujan dapat memperburuk persoalan tersebut. Air banjir berpotensi membawa limbah dan kontaminan ke lokasi warga tidur, memasak, maupun merawat anggota keluarga.

Genangan air juga dapat menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya nyamuk serta hama lainnya. Di sisi lain, kelembapan tinggi dan pertumbuhan jamur di dalam tenda pengungsian berisiko memperparah gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak.

WHO Dorong Pencegahan Wabah

WHO menilai pencegahan wabah menjadi langkah penting untuk menjaga kemajuan sektor kesehatan yang masih sangat rapuh di Gaza.

Badan kesehatan PBB tersebut juga menyoroti kebutuhan warga yang mengalami amputasi akibat konflik. Van de Weerdt memperkirakan lebih dari 6.600 orang membutuhkan perawatan jangka panjang setelah kehilangan anggota tubuh.

 

Baca ArtikelLainnya: Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain dalam Gelombang Balasan

 

Namun, mereka menghadapi hambatan besar dalam memperoleh alat bantu. Menurut WHO, sejak Mei 2024 tidak ada alat bantu yang memungkinkan warga Gaza, termasuk anak-anak, untuk kembali berjalan dan menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri yang masuk ke wilayah tersebut.

Situasi itu menunjukkan bahwa persoalan kesehatan di Gaza tidak hanya berkaitan dengan pengobatan penyakit, tetapi juga pemulihan jangka panjang bagi para korban luka dan penyandang disabilitas akibat perang.

Seruan Buka Akses Bantuan

WHO menyerukan agar pasokan medis, material untuk pembangunan tempat tinggal permanen serta kebutuhan dasar lainnya dapat memasuki Gaza dengan cepat dan tanpa hambatan.

Akses terhadap air bersih dan sistem pengelolaan limbah yang memadai juga dinilai mendesak untuk mencegah semakin meluasnya penyakit.

Sementara itu, sistem kesehatan Gaza masih berada dalam kondisi kritis. Kerusakan rumah sakit dan fasilitas kesehatan, ditambah keterbatasan obat-obatan, peralatan medis serta bahan bakar, membuat kemampuan tenaga kesehatan untuk menghadapi potensi wabah semakin terbatas.

Dengan musim hujan yang semakin dekat, WHO menilai perbaikan kualitas air dan sanitasi harus menjadi prioritas. Tanpa langkah cepat, kondisi lingkungan yang sudah buruk berisiko menambah beban kesehatan bagi warga Palestina yang masih bertahan di tengah krisis kemanusiaan berkepanjangan. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruGazakontaminasi airpalestinaWHO
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Iran Serang Pangkalan AS di Yordania dan Bahrain dalam Gelombang Balasan

Next Post

Serangan AS di Iran Tewaskan 18 Orang, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

18 September 2026
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

18 September 2026
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

10 September 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.