• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Hmeimim dan Tartus

Suriah Ambil Alih Hmeimim dan Tartus, Rusia Ubah Strategi Kehadiran Militer

2 minggu ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Suriah Ambil Alih Hmeimim dan Tartus, Rusia Ubah Strategi Kehadiran Militer

Kesepakatan baru Damaskus-Moskow mengubah fungsi dua fasilitas strategis Rusia di pesisir Suriah tanpa mengakhiri kerja sama militer kedua negara.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Hmeimim dan Tartus

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa berjabat tangan saat pertemuan di Kremlin, Moskow.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suriah dan Rusia menyepakati perubahan besar dalam pengelolaan dua fasilitas strategis Moskow di pesisir Laut Mediterania. Pangkalan udara Hmeimim di Latakia dan fasilitas angkatan laut Tartus akan memasuki fase baru setelah Damaskus dan Moskow mencapai kesepakatan pada Ahad (9/8/2026).

Dalam pengaturan terbaru, pemerintah Suriah akan mengambil alih pengelolaan fasilitas sipil di kedua kawasan tersebut. Sementara fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk kepentingan militer Rusia akan ditata ulang menjadi pusat pelatihan bersama Suriah-Rusia.

Kesepakatan itu tercapai setelah negosiasi yang berlangsung sekitar 18 bulan antara pemerintahan Presiden Suriah Ahmad asy-Syaraa dan Rusia. Berdasarkan laporan SANA, proses pengalihan pengelolaan ditargetkan selesai dalam waktu maksimal tiga bulan.

Di Hmeimim dan Tartus, Suriah akan mengelola sejumlah infrastruktur sipil, termasuk fasilitas transportasi. Pengelolaan kawasan komersial di sekitar Pelabuhan Tartus juga akan berada di bawah administrasi pemerintah Suriah.

Namun, kesepakatan tersebut tidak berarti Rusia sepenuhnya meninggalkan Suriah. Kehadiran militer Moskow tetap dipertahankan dengan pola yang berbeda.

Sejumlah fasilitas militer Rusia akan direorganisasi menjadi pusat pelatihan dan peningkatan kemampuan bersama bagi personel Suriah dan Rusia.

Rusia Tidak Sepenuhnya Tinggalkan Suriah

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa hubungan militer Suriah dan Rusia masih berlanjut meski pola kehadiran Moskow mengalami perombakan.

Selama bertahun-tahun, Hmeimim dan Tartus menjadi dua fasilitas penting bagi operasi Rusia di Suriah. Hmeimim berfungsi sebagai pangkalan utama operasi udara Moskow sejak Rusia melakukan intervensi militer di Suriah pada 2015.

Sementara Tartus menjadi fasilitas pendukung bagi armada laut Rusia sekaligus salah satu titik strategis Moskow di kawasan Mediterania.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut pengaturan baru tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kepentingan kedua negara sekaligus membuka babak baru hubungan Damaskus-Moskow.

Pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani meninjau Bandara Latakia dan Pelabuhan Tartus. Kedua fasilitas tersebut termasuk lokasi yang berkaitan dengan perubahan pengelolaan.

Baca Artikel Lainnya: Poros Strategis Saudi-Turki-Pakistan: Benteng Utama Umat Islam Menghadapi Hegemoni Sektarian Iran

Perubahan Setelah Jatuhnya Assad

Kesepakatan terbaru tidak bisa dilepaskan dari perubahan politik besar di Suriah setelah pemerintahan Bashar al-Assad runtuh pada Desember 2024.

Assad, yang selama bertahun-tahun menjadi sekutu dekat Moskow, kemudian mendapatkan suaka di Rusia. Setelah pemerintahan baru terbentuk di bawah Ahmad asy-Syaraa, Damaskus mulai menyusun kembali hubungan luar negerinya.

Pemerintah baru Suriah berupaya mempertahankan hubungan dengan Rusia, tetapi pada saat yang sama membuka hubungan lebih luas dengan negara-negara Arab dan Barat.

Masa depan Hmeimim dan Tartus kemudian menjadi salah satu isu penting dalam hubungan Suriah-Rusia. Kedua negara mulai membahas kemungkinan perubahan fungsi fasilitas militer tersebut.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Pada Juni 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan Moskow dan Damaskus tengah membahas kemungkinan penataan kembali fungsi fasilitas militernya di Suriah.

Zakharova menyebut kerja sama Rusia dan Suriah masih berkembang aktif. Pembicaraan tersebut juga mencakup kemungkinan perubahan atau reformatting terhadap fungsi sejumlah fasilitas militer Rusia.

Damaskus Perkuat Kendali, Moskow Pertahankan Pengaruh

Bagi pemerintah Suriah, kesepakatan ini memberi ruang lebih besar untuk mengembalikan kendali negara atas fasilitas strategis di wilayahnya.

Sementara bagi Rusia, perubahan tersebut memungkinkan Moskow tetap mempertahankan hubungan militer dengan Damaskus tanpa mempertahankan pola kehadiran lama.

Pengubahan fasilitas militer menjadi pusat pelatihan bersama juga membuka peluang bagi Rusia untuk tetap mempertahankan personel dan pengaruh militernya di Suriah.

Dengan demikian, kesepakatan Hmeimim dan Tartus lebih menunjukkan perubahan pola kehadiran Rusia daripada penarikan total Moskow dari Suriah.

Hingga laporan terbaru, Rusia belum memberikan komentar langsung mengenai pengumuman kesepakatan tersebut. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruHmeimimrusiasuriahTartus
Share948Tweet592SendShare
Previous Post

Poros Strategis Saudi-Turki-Pakistan: Benteng Utama Umat Islam Menghadapi Hegemoni Sektarian Iran

Next Post

Suriah Tangkap 9 Terduga Anggota ISIS Dekat Zona Demiliterisasi Israel

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.