• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Trump

Trump Kembali Desak Suriah Hadapi Hizbullah, Damaskus Tetap Tolak Intervensi Militer

1 minggu ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Trump Kembali Desak Suriah Hadapi Hizbullah, Damaskus Tetap Tolak Intervensi Militer

Presiden AS Donald Trump kembali meminta Suriah mengambil peran menghadapi Hizbullah di Lebanon. Namun, pemerintah Ahmad asy-Syaraa menegaskan tidak akan mengirim pasukan dan tetap mengutamakan solusi politik serta pengamanan perbatasan.

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
Trump

Presiden Suriah dan Presiden Amerika.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendorong Suriah agar mengambil peran lebih besar dalam menghadapi Hizbullah di Lebanon. Meski tekanan dari Washington terus meningkat, pemerintah Presiden Ahmad asy-Syaraa tetap menolak opsi intervensi militer dan menegaskan bahwa Damaskus tidak akan mengirim pasukan ke negara tetangganya tersebut.

Pernyataan terbaru Trump kembali memunculkan perdebatan mengenai posisi Suriah dalam dinamika keamanan Lebanon, terutama ketika tekanan internasional terhadap Hizbullah yang didukung Iran terus meningkat.

Dalam beberapa kesempatan sejak Juni hingga pertengahan Juli 2026, Trump mengaku telah membahas langsung persoalan Hizbullah bersama Presiden Ahmad asy-Syaraa.

Menurut Trump, Suriah dinilai memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menangani Hizbullah dibandingkan operasi militer yang selama ini dilakukan “Israel”.

Dikutip The Syrian Observer pada Rabu (16/7/2026), Trump bahkan menyarankan agar Tel Aviv memberikan ruang kepada Damaskus untuk mengambil peran lebih besar.

“Saya menyarankan kepada Israel agar membiarkan Suriah menangani Hizbullah. Sejujurnya, saya pikir mereka akan melakukan pekerjaan yang lebih baik,” kata Trump.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump mengkritik dampak operasi militer “Israel” di Lebanon yang dinilai menyebabkan banyak korban sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan.

Menurut Trump, pendekatan yang lebih terukur dinilai dapat membuka peluang terciptanya stabilitas yang lebih baik di kawasan.

Damaskus Tolak Opsi Militer

Meski mendapat dorongan dari Washington, pemerintah Suriah tetap mempertahankan kebijakannya untuk tidak terlibat dalam operasi militer di Lebanon.

Damaskus menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memulihkan keamanan nasional, mempercepat rekonstruksi, serta membangun kembali institusi negara setelah bertahun-tahun dilanda perang.

Pemerintah juga memastikan tidak memiliki rencana mengirim pasukan maupun membuka front militer baru terhadap Hizbullah.

Bagi Suriah, keterlibatan langsung di Lebanon hanya berpotensi memperbesar risiko konflik regional yang justru dapat mengganggu proses pemulihan di dalam negeri.

Sikap tersebut juga sejalan dengan pernyataan Presiden Ahmad asy-Syaraa sebelumnya yang menegaskan bahwa fase baru Suriah adalah pembangunan, bukan peperangan.

Lebanon Anggap Hizbullah Urusan Internal

Penolakan Damaskus mendapat respons serupa dari sejumlah pejabat Lebanon.

Mereka menilai persoalan Hizbullah merupakan urusan domestik yang harus diselesaikan melalui lembaga resmi negara Lebanon tanpa campur tangan militer dari negara lain.

Pandangan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Hizbullah yang dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi salah satu isu utama dalam hubungan Lebanon dengan Amerika Serikat dan negara-negara Barat.

Baca Artikel Lainnya: Board of Peace AS Terancam Gagal Bangun Gaza, Rekonstruksi Menyusut Jadi Kamp Pengungsi

Perketat Jalur Penyelundupan Senjata

Meski menolak mengirim pasukan, Suriah tetap mengambil langkah untuk memperketat pengawasan terhadap jalur logistik yang diduga digunakan jaringan Hizbullah.

Pekan ini, otoritas Suriah mengumumkan keberhasilan menggagalkan penyelundupan sejumlah senjata canggih yang diduga akan dikirim dari Irak menuju Lebanon.

Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari strategi pemerintah baru Suriah dalam memperkuat keamanan perbatasan sekaligus membatasi aktivitas kelompok bersenjata lintas negara.

Langkah itu dinilai menunjukkan bahwa Damaskus tetap berupaya menjaga stabilitas kawasan tanpa harus terlibat langsung dalam operasi militer di Lebanon.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Diplomasi Tetap Jadi Prioritas

Pendekatan yang sama juga ditegaskan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shibani saat melakukan kunjungan resmi ke Beirut pada awal Juli lalu.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyatakan Suriah tetap membuka peluang dialog dengan Hizbullah apabila diperlukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas regional.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah Suriah tidak ingin terseret ke dalam konflik baru yang dapat menghambat agenda rekonstruksi dan pemulihan ekonomi.

Menurutnya, penyelesaian persoalan Lebanon harus ditempuh melalui jalur politik dan diplomasi, bukan dengan memperluas operasi militer.

Tekanan AS Terus Berlanjut

Hingga kini belum ada tanda-tanda bahwa Suriah akan mengubah kebijakannya.

Pemerintah Ahmad asy-Syaraa tetap menolak keterlibatan militer langsung di Lebanon meski tekanan dari Amerika Serikat terus meningkat.

Sementara itu, Washington masih berupaya mencari berbagai cara untuk membatasi pengaruh Hizbullah dan Iran di kawasan Timur Tengah, baik melalui tekanan diplomatik, sanksi ekonomi, maupun kerja sama keamanan dengan negara-negara sekutunya.

Di tengah dinamika tersebut, Damaskus tampaknya memilih mempertahankan keseimbangan antara menjaga hubungan internasional, mengamankan perbatasan, dan menghindari keterlibatan dalam konflik baru yang berpotensi memperburuk proses transisi Suriah pascaperang. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-Sharaaberita Timur Tengah terbaruDonald TrumpHizbullahsuriah
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

Board of Peace AS Terancam Gagal Bangun Gaza, Rekonstruksi Menyusut Jadi Kamp Pengungsi

Next Post

Korban Militer AS Naik Jadi 16, Dua Prajurit Tewas Diserang Iran di Yordania

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.