• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Serangan Udara

Pemimpin Senior ISIS Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah, CENTCOM Klaim Operasi Sukses

6 hari ago
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

4 jam ago
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

2 hari ago
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

2 hari ago
Pidato Netanyahu

Pidato Netanyahu Disela Teriakan Mundur dalam Wisuda Perwira Tempur Israel

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Juli 1, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Pemimpin Senior ISIS Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah, CENTCOM Klaim Operasi Sukses

Militer Amerika Serikat menyebut operasi di Suriah barat laut berhasil menewaskan salah satu tokoh penting ISIS. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas kelompok tersebut di sejumlah wilayah Suriah dalam beberapa bulan terakhir.

by Admin Andalus
6 hari ago
A A
Serangan Udara

Ilustrasi (Foto: Getty Images/Isaac Brekken)

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serangan udara Amerika Serikat di Suriah kembali menjadi sorotan setelah militer AS mengumumkan tewasnya seorang pemimpin senior kelompok Islamic State (ISIS) dalam operasi yang berlangsung di wilayah barat laut negara itu. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Washington untuk mencegah kebangkitan kembali ISIS yang masih aktif menjalankan serangan di Suriah dan Irak.

Menurut keterangan resmi Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), serangan dilakukan pada 19 Juni 2026 dan berhasil menewaskan Ali Husayn al-Ulaywi yang diidentifikasi sebagai salah satu pemimpin senior ISIS. Informasi tersebut baru diumumkan kepada publik pada Rabu (24/6/2026) setelah proses verifikasi identitas target selesai dilakukan.

CENTCOM menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari strategi kontra-terorisme yang bertujuan mengganggu, melemahkan, dan menghancurkan jaringan ISIS yang masih berusaha membangun kembali kekuatannya di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataannya, militer AS menegaskan bahwa kelompok ISIS masih menjadi ancaman bagi keamanan regional maupun internasional meskipun organisasi tersebut telah kehilangan wilayah kekuasaannya beberapa tahun lalu.

Aktivis lokal di Suriah sebelumnya melaporkan adanya serangan udara yang menghantam sebuah sepeda motor di dekat Desa Deir Hassan, kawasan yang berada tidak jauh dari perbatasan Turki. Saat kejadian, hanya diketahui bahwa satu orang tewas akibat serangan tersebut. Identitas korban baru dipublikasikan setelah pengumuman resmi dari pihak Amerika Serikat.

Komandan CENTCOM Jenderal Brad Cooper mengatakan operasi itu merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Amerika Serikat dalam memerangi kelompok ekstremis di kawasan.

Menurut Cooper, pasukan AS bersama para mitra regional akan terus melakukan operasi terhadap sisa-sisa jaringan ISIS agar kelompok tersebut tidak mampu kembali membangun struktur organisasinya.

“CENTCOM dan mitra kami tetap berkomitmen memburu sisa-sisa ISIS untuk memastikan kekalahan mereka bersifat permanen,” kata Cooper dalam pernyataan resminya.

Baca Artikel Lainnya: Ahmed al-Sharaa Dorong Solusi Politik Lebanon, Tegaskan Suriah Fokus Hentikan Perang

Perkembangan ini terjadi ketika aktivitas ISIS di Suriah menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok tersebut beberapa kali mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan pasukan keamanan dan militer Suriah, terutama di wilayah timur dan utara negara itu.

Salah satu serangan yang sempat mendapat perhatian terjadi di sekitar Manbij, Aleppo timur, ketika ISIS mengaku menewaskan dua anggota tentara Suriah dalam serangan bersenjata. Selain itu, kelompok tersebut juga mengklaim terlibat dalam serangan terhadap fasilitas keamanan di Raqqa yang menewaskan anggota pasukan keamanan Suriah.

Peningkatan aktivitas tersebut memicu kekhawatiran bahwa ISIS berupaya memanfaatkan dinamika politik dan keamanan yang masih belum stabil di Suriah untuk memperluas pengaruhnya kembali.

Laporan Associated Press menyebut situasi keamanan pasca runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024 menciptakan sejumlah celah yang dimanfaatkan berbagai kelompok bersenjata untuk memperkuat aktivitas mereka. Meski pemerintah Suriah saat ini bekerja sama dengan koalisi internasional dalam memerangi ISIS, ancaman kelompok itu dinilai belum sepenuhnya hilang.

RelatedPosts

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

Para analis keamanan menilai strategi Amerika Serikat saat ini tidak hanya berfokus pada penghancuran basis-basis operasional ISIS, tetapi juga menargetkan figur-figur penting dalam struktur kepemimpinan kelompok tersebut. Tujuannya adalah memutus rantai komando dan menghambat kemampuan ISIS dalam merencanakan maupun melaksanakan serangan baru.

Sejak kehilangan wilayah kekhalifahan terakhirnya pada 2019, ISIS memang tidak lagi menguasai area luas seperti sebelumnya. Namun kelompok itu tetap mempertahankan jaringan sel tidur yang tersebar di berbagai wilayah Suriah dan Irak.

Karena itu, operasi yang menargetkan tokoh senior seperti Ali Husayn al-Ulaywi dipandang sebagai bagian penting dari upaya mencegah kebangkitan kembali organisasi tersebut.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai operasi militer semata tidak cukup untuk menghapus ancaman ISIS. Stabilitas politik, pemulihan ekonomi, serta penguatan institusi keamanan lokal tetap menjadi faktor penting untuk mencegah kelompok ekstremis memanfaatkan kekosongan kekuasaan di masa depan. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatberita Timur Tengah terbaruCENTCOMisissuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Ahmed al-Sharaa Dorong Solusi Politik Lebanon, Tegaskan Suriah Fokus Hentikan Perang

Next Post

Muharram Bergema di Kashmir, Karbala, dan Herat, Kabul Terapkan Pembatasan Baru

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

1 Juli 2026
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

29 Juni 2026
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

29 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.