• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Perundingan AS-Iran

Perundingan AS-Iran Alami Kemajuan, Kesepakatan Final Ditargetkan Rampung 60 Hari

1 minggu ago
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

5 jam ago
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

2 hari ago
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

2 hari ago
Pidato Netanyahu

Pidato Netanyahu Disela Teriakan Mundur dalam Wisuda Perwira Tempur Israel

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Juli 1, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Iran

Perundingan AS-Iran Alami Kemajuan, Kesepakatan Final Ditargetkan Rampung 60 Hari

Mediator menyebut putaran pertama perundingan AS-Iran menghasilkan kemajuan menggembirakan. Pembahasan fokus pada konflik Lebanon, keamanan Selat Hormuz, dan masa depan program nuklir Iran.

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
Perundingan AS-Iran

Mohammad Bagher Ghalibaf, tokoh kunci dalam negosiasi Iran dengan Washington.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Putaran pertama perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk merumuskan kesepakatan permanen pascakonflik berakhir dengan sinyal positif. Para mediator menyebut pembicaraan yang berlangsung di Lucerne, Swiss, menghasilkan “kemajuan menggembirakan” dan membuka jalan menuju kesepakatan final dalam dua bulan ke depan.

Perundingan yang digelar pada Ahad (21/6/2026) tersebut mempertemukan delegasi tingkat tinggi dari Washington dan Teheran dengan mediasi Qatar serta Pakistan. Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya telah ditandatangani kedua negara untuk mengurangi ketegangan yang selama beberapa bulan terakhir mengguncang kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Senin (22/6/2026), Qatar dan Pakistan mengumumkan bahwa kedua pihak telah menyepakati peta jalan negosiasi yang menargetkan tercapainya perjanjian final dalam waktu 60 hari.

Kesepakatan awal tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memperkuat stabilitas kawasan yang selama ini terdampak oleh konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Fokus Lebanon dan Stabilitas Kawasan

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembahasan berlangsung konstruktif dan menghasilkan kemajuan signifikan, khususnya terkait upaya mengakhiri konflik di Lebanon.

Menurutnya, kedua pihak menunjukkan kesediaan untuk mencari solusi yang dapat mengurangi eskalasi militer sekaligus membuka ruang bagi stabilitas regional yang lebih luas.

“Kami telah mencapai kemajuan besar dalam pembahasan yang bertujuan mengakhiri konflik dan menciptakan stabilitas regional,” ujarnya.

Salah satu poin penting dalam nota kesepahaman yang telah disepakati sebelumnya adalah komitmen untuk menghentikan pertempuran di berbagai front konflik yang berkaitan dengan kedua negara, termasuk di Lebanon.

Selain itu, para mediator juga mengumumkan pembentukan mekanisme komunikasi langsung antara Washington dan Teheran. Jalur komunikasi ini diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman maupun insiden yang berpotensi mengganggu proses diplomasi yang sedang berlangsung.

Selat Hormuz Jadi Prioritas

Isu keamanan Selat Hormuz juga menjadi salah satu fokus utama dalam perundingan. Jalur pelayaran strategis tersebut selama ini menjadi titik perhatian dunia karena menjadi rute penting bagi distribusi energi global.

Sebagai bagian dari langkah deeskalasi, kedua pihak menyepakati pembentukan “sel dekonflik” yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Lebanon dengan fasilitasi Qatar serta Pakistan.

Mekanisme tersebut bertugas mengawasi implementasi penghentian operasi militer serta menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.

Para analis menilai keberhasilan menjaga stabilitas Selat Hormuz akan memberikan dampak besar terhadap pasar energi global dan membantu meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan minyak dunia.

Baca Artikel Lainnya: Pengungsi Sweida Beri Ultimatum 5 Hari kepada Garda Nasional untuk Wujudkan Kepulangan

Trump Kembali Beri Peringatan

Meski proses diplomasi menunjukkan perkembangan positif, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap mengingatkan Iran agar menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Washington menginginkan hubungan baru dengan Teheran, tetapi menuntut komitmen nyata dari Iran untuk mendukung stabilitas regional.

Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat kembali mengambil langkah militer apabila kesepakatan yang sedang dirundingkan tidak dihormati.

Pernyataan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran dalam perundingan.

RelatedPosts

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

Menurut Ghalibaf, ancaman yang terus disampaikan Washington tidak akan memengaruhi posisi Iran dalam negosiasi.

Program Nuklir Masih Jadi Tantangan

Meski sejumlah kemajuan telah dicapai, isu program nuklir Iran masih menjadi salah satu pembahasan paling rumit dalam proses negosiasi.

Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin delegasi Amerika Serikat menyatakan Presiden Trump menginginkan hubungan yang lebih stabil dengan Iran. Namun hal itu, menurutnya, hanya dapat terwujud apabila Teheran memberikan jaminan jangka panjang terkait program nuklirnya.

Di sisi lain, Iran terus menegaskan bahwa seluruh aktivitas nuklirnya bertujuan damai dan tidak diarahkan untuk pengembangan senjata nuklir.

Perundingan teknis antara kedua negara dijadwalkan berlanjut sepanjang pekan ini. Jika proses berjalan sesuai target, kesepakatan final AS-Iran dapat tercapai dalam waktu 60 hari dan berpotensi menjadi salah satu terobosan diplomatik terbesar di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatberita Timur Tengah terbaruDonald TrumpIran
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Pengungsi Sweida Beri Ultimatum 5 Hari kepada Garda Nasional untuk Wujudkan Kepulangan

Next Post

AS Buka Jalur ke Oposisi Israel, Netanyahu Hadapi Tekanan Baru

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

1 Juli 2026
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

29 Juni 2026
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

29 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.