Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mayor Mahmoud Basal, memperingatkan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk dan mendekati tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, meskipun gencatan senjata telah diumumkan, konflik di lapangan pada kenyataannya belum benar-benar berhenti.
Dalam wawancara dengan Al Jazeera Mubasher, Basal menyatakan bahwa serangan dan insiden kekerasan masih terus terjadi di berbagai wilayah Gaza. Situasi tersebut, kata dia, menyebabkan korban jiwa dan memperburuk tekanan terhadap layanan publik yang telah lama mengalami keterbatasan akibat perang berkepanjangan.
Basal mencontohkan serangan terbaru yang terjadi di kawasan Pelabuhan Gaza. Area tersebut selama ini menjadi salah satu ruang terbuka yang dimanfaatkan warga untuk beraktivitas, berkumpul bersama keluarga, serta mengurangi tekanan psikologis akibat konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan.
Menurut laporan Pertahanan Sipil Gaza, sejumlah korban luka akibat serangan di kawasan pelabuhan dievakuasi ke Kompleks Medis Al-Shifa untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara korban dari wilayah Zeitoun dilaporkan dibawa ke Rumah Sakit Al-Ahli Arab setelah terjadi serangan artileri di kawasan tersebut.
Basal mengungkapkan bahwa selama empat hari perayaan Idul Adha, lebih dari 30 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang terjadi di berbagai lokasi di Jalur Gaza. Ia menyebut sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Pertahanan Sipil Gaza juga mengklaim bahwa sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025, telah terjadi lebih dari 3.000 pelanggaran yang disebut dilakukan oleh militer Israel.
Menurut data yang disampaikan lembaga tersebut, insiden-insiden itu menyebabkan sedikitnya 938 warga Palestina meninggal dunia dan lebih dari 2.800 lainnya mengalami luka-luka. Pertahanan Sipil Gaza menyebut sekitar 38 persen dari total korban berasal dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Selain dampak langsung akibat konflik, Basal menyoroti krisis operasional yang saat ini dihadapi tim penyelamat dan pemadam kebakaran di Gaza. Ia menjelaskan bahwa armada darurat mengalami kekurangan bahan bakar, pelumas, serta suku cadang yang diperlukan untuk menjaga kendaraan dan peralatan tetap berfungsi.
Baca Artikel Lainnya: Netanyahu Puji Dukungan India untuk Israel, Sebut Hubungan Kedua Negara Semakin Kuat
“Kami menghadapi kekurangan serius dalam kebutuhan operasional dasar yang dapat menghambat kemampuan tim untuk merespons keadaan darurat,” ujarnya.
Menurut Basal, keterbatasan tersebut berpotensi memperlambat proses evakuasi korban, pemadaman kebakaran, dan penanganan berbagai insiden darurat lainnya yang terus terjadi di wilayah Gaza.
Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan menjelang musim panas. Jutaan warga yang kehilangan tempat tinggal kini tinggal di kamp-kamp pengungsian sementara dengan fasilitas yang sangat terbatas dan kepadatan penduduk yang tinggi.
Basal menjelaskan bahwa kelangkaan gas memasak memaksa banyak keluarga menggunakan kayu bakar atau api terbuka di sekitar tenda pengungsian. Situasi ini meningkatkan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan ribuan keluarga, terutama di kawasan pengungsian yang padat.
Pertahanan Sipil Gaza juga mengkritik minimnya langkah konkret dari komunitas internasional, negara-negara mediator, dan lembaga kemanusiaan global dalam merespons kondisi yang terus memburuk.
Menurut mereka, situasi di lapangan masih ditandai oleh kerusakan infrastruktur yang luas, menumpuknya sampah di ruang publik, keterbatasan akses air bersih, serta menurunnya kapasitas layanan kesehatan yang menghambat ribuan pasien memperoleh perawatan memadai.
Basal menilai tanpa langkah kemanusiaan dan politik yang lebih efektif dalam waktu dekat, Gaza berisiko menghadapi krisis berkepanjangan yang akan semakin memperburuk kondisi kehidupan jutaan penduduk. Ia menegaskan bahwa kebutuhan mendesak saat ini bukan hanya penghentian kekerasan, tetapi juga dukungan nyata untuk memulihkan layanan dasar dan membantu masyarakat yang terdampak perang. (haidar/andalusmedia.id)














