Serangkaian ledakan mengguncang sejumlah wilayah Kota Aleppo dan daerah pedesaannya pada Senin (21/9/2026) dini hari setelah sebuah gudang amunisi di lokasi militer dekat Kota Al-Eis, pedesaan selatan Aleppo, meledak.
Koresponden Syria TV melaporkan lebih dari 10 ledakan terdengar dari lokasi tersebut. Suara ledakan bahkan dilaporkan terdengar hingga sejumlah wilayah di pedesaan barat dan utara Aleppo.
Ledakan terjadi secara beruntun dan sempat berhenti selama beberapa waktu sebelum kembali terdengar. Kobaran api besar terlihat dari lokasi gudang yang diduga menyimpan amunisi tersebut.
Kantor berita resmi Suriah, SANA, mengonfirmasi terjadinya ledakan di salah satu lokasi militer di sekitar Al-Eis. Pertahanan Sipil Suriah menyatakan ledakan masih berlangsung secara beruntun di dalam gudang sehingga menyulitkan tim penyelamat, ambulans, dan petugas pemadam kebakaran untuk mendekati lokasi.
Kondisi tersebut membuat petugas belum dapat segera memasuki area kejadian untuk melakukan pemeriksaan, memastikan tingkat kerusakan, serta menangani kemungkinan adanya korban.
Warga Diminta Menjauhi Lokasi
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah ledakan dengan kobaran api yang cukup besar di sekitar lokasi. Namun, materi yang beredar tersebut belum memberikan informasi mengenai penyebab pasti ledakan maupun kondisi korban.
Pihak keamanan kemudian memperketat penjagaan di sekitar lokasi dan membatasi akses masyarakat. Arus lalu lintas menuju kawasan ledakan juga dihentikan untuk mencegah warga mendekati area yang masih berbahaya.
Dinas Pertahanan Sipil di Aleppo meminta masyarakat menjauhi lokasi kejadian karena ledakan masih berpotensi terjadi. Tim darurat terus memantau perkembangan situasi sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan.
Masyarakat juga diimbau tidak mendatangi lokasi hanya untuk melihat kejadian atau mengambil gambar, mengingat keberadaan amunisi yang belum meledak dapat menimbulkan risiko tambahan.
Gubernur Aleppo Minta Warga Tetap di Rumah
Gubernur Aleppo Azzam al-Gharib melalui akun Facebook resminya meminta warga untuk tetap berada di rumah dan tidak menuju kawasan terjadinya ledakan.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak berkumpul di sekitar lokasi karena dapat menghambat pekerjaan tim penyelamat sekaligus membahayakan keselamatan warga.
Al-Gharib mengatakan rumah sakit, ambulans, dan tim tanggap darurat telah disiapkan untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat. Pemerintah daerah, menurutnya, terus memantau situasi di lapangan dan mengambil langkah yang diperlukan.
Baca Artikel Lainnya: Hakan Fidan Soroti Pengaruh ‘Israel’ di Suriah dan Perkembangan Integrasi SDF
Gubernur juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Direktorat Media Aleppo turut mengonfirmasi terjadinya ledakan di sebuah lokasi dekat Al-Eis. Pasukan Keamanan Internal meminta warga menjauhi kawasan tersebut, sementara tim Pertahanan Sipil dan ambulans dikerahkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan adanya korban.
Jalan Damaskus-Aleppo Ditutup
Dampak ledakan juga menyebabkan akses transportasi di sekitar kawasan terdampak terganggu.
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengumumkan penutupan sementara jalan internasional Damaskus-Aleppo di persimpangan Universitas Ebla dan jembatan Khan Touman dari sisi Aleppo.
Penutupan dilakukan sebagai bagian dari langkah pengamanan menyusul ledakan yang masih berlangsung di sekitar Al-Eis.
Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia maupun korban luka. Pihak berwenang juga belum mengumumkan secara resmi besaran kerusakan material akibat ledakan tersebut.
Penyebab pasti ledakan gudang amunisi itu juga masih belum dijelaskan oleh pihak berwenang. Penanganan di lokasi masih berlangsung sambil menunggu kondisi cukup aman bagi tim penyelamat untuk memasuki area kejadian. (haidar/andalusmedia.id)














