Otoritas keamanan Suriah mengumumkan penangkapan seorang pria bernama Sari Moayad Makhlouf, yang terlibat dalam sejumlah kejahatan berat selama era rezim Bashar al-Assad. Di antara kejahatannya adalah tragedi pembantaian Al-Bayda di wilayah Banias, salah satu tragedi paling kelam yang terjadi selama konflik Suriah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Dalam Negeri Suriah pada Ahad (7/6), disebutkan bahwa tersangka tidak hanya terlibat dalam pembantaian tersebut, tetapi juga dalam berbagai tindak kriminal lainnya seperti perampokan bersenjata, penjarahan, penculikan untuk tebusan, serta pencurian kendaraan dan harta milik warga sipil.
Penangkapan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Suriah pasca-runtuhnya rezim Assad untuk memburu individu-individu yang terlibat dalam pelanggaran hukum dan kejahatan yang terjadi selama bertahun-tahun konflik.


Terhubung dengan Jaringan Penyelundupan Internasional
Kementerian Dalam Negeri Suriah mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan adanya keterlibatan Sari Moayad Makhlouf dalam pengelolaan jaringan penyelundupan internasional yang beroperasi lintas negara.
Menurut penyidik, jaringan tersebut dijalankan bersama sejumlah tokoh kriminal lain, yakni Bashar Talal al-Assad dan Hafez Munzer al-Assad. Keduanya memiliki hubungan dengan aktivitas penyelundupan yang berlangsung selama bertahun-tahun di bawah perlindungan struktur keamanan rezim sebelumnya.
Pihak berwenang menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap skala operasi jaringan tersebut, termasuk keterlibatan pihak lain yang selama ini menikmati perlindungan politik maupun keamanan.
Temuan awal menunjukkan bahwa tersangka memanfaatkan posisi dan pengaruh yang dimilikinya pada masa pemerintahan Assad untuk menutupi berbagai aktivitas ilegal. Dengan akses terhadap aparat keamanan dan jaringan birokrasi, ia mampu memberikan perlindungan bagi operasi penyelundupan sekaligus menghindarkan anggota jaringan dari proses hukum.
Pemerintah Suriah menilai praktik semacam ini merupakan salah satu warisan buruk dari sistem lama yang memungkinkan jaringan kriminal berkembang di bawah perlindungan kekuasaan.
Bagian dari Upaya Menuntaskan Kejahatan Masa Lalu
Kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan dengan Pembantaian Al-Bayda, sebuah peristiwa yang masih menyisakan luka mendalam bagi banyak warga Suriah. Tragedi yang terjadi di kawasan Banias tersebut selama bertahun-tahun menjadi fase kelam di Suriah. Penangkapan Sari Moayad Makhlouf sebagai langkah penting dalam upaya pemerintah baru untuk membuka kembali berbagai kasus yang selama ini belum terselesaikan. Otoritas keamanan menegaskan bahwa proses penyelidikan akan terus berlanjut hingga seluruh pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Suriah semakin intensif melakukan operasi penangkapan terhadap individu-individu yang terlibat dalam kejahatan perang, penyelundupan, korupsi, maupun pelanggaran hak-hak warga selama masa kekuasaan rezim sebelumnya.
Meski demikian, pihak berwenang belum mengungkap secara rinci bukti-bukti yang dimiliki ataupun kemungkinan dakwaan tambahan yang akan dikenakan kepada tersangka. Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyelidikan dan pemeriksaan selesai dilakukan.
Penangkapan ini sekaligus menandai semakin seriusnya upaya Damaskus dalam membongkar jaringan kriminal yang selama bertahun-tahun beroperasi di balik struktur kekuasaan lama dan memanfaatkan konflik Suriah untuk memperoleh keuntungan pribadi. (ahmad/andalusmedia.id)














