Analisis citra satelit terbaru mengindikasikan bahwa kehadiran militer Israel di Jalur Gaza terus berlanjut meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025. Data visual yang dianalisis hingga pertengahan Mei 2026 menunjukkan adanya pembangunan infrastruktur militer baru serta perluasan sejumlah posisi yang sudah ada sebelumnya.
Laporan yang dipublikasikan oleh Unit Investigasi Sumber Terbuka Al Jazeera menyebutkan bahwa perbandingan citra satelit antara Oktober 2025 dan Mei 2026 mengidentifikasi sekitar 40 lokasi militer Israel yang tersebar di berbagai wilayah Gaza.
Dari jumlah tersebut, delapan fasilitas militer dilaporkan dibangun setelah perjanjian gencatan senjata mulai berlaku. Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai implementasi kesepakatan yang sebelumnya diharapkan dapat mengurangi aktivitas militer di wilayah tersebut.
Menurut analisis tersebut, pangkalan-pangkalan baru tersebar di sejumlah lokasi strategis, termasuk wilayah Gaza Utara, kawasan Juhor ad-Dik di timur Koridor Netzarim, Gaza Tengah, hingga wilayah Khan Yunis di bagian selatan.
Citra satelit menunjukkan perubahan signifikan pada sejumlah area yang sebelumnya merupakan lahan terbuka. Di kawasan Juhor ad-Dik, misalnya, lokasi yang pada Oktober 2025 belum memperlihatkan aktivitas militer kini berubah menjadi fasilitas yang dilengkapi tanggul tanah, akses logistik internal, serta area yang diduga digunakan untuk mendukung operasi militer.
Di wilayah utara Gaza, pembangunan beberapa struktur baru juga dilaporkan telah selesai pada pertengahan Mei setelah proses konstruksi berlangsung selama beberapa bulan. Perubahan tersebut terlihat jelas melalui perbandingan citra satelit dari dua periode yang berbeda.
Sementara itu, di Khan Yunis, salah satu pangkalan baru disebut dibangun di area yang sebelumnya merupakan lokasi pemakaman. Citra satelit memperlihatkan keberadaan area parkir kendaraan militer, bangunan modular, serta fasilitas pendukung yang diduga berfungsi sebagai barak personel dan pusat komando lapangan.
Selain pembangunan fasilitas baru, laporan tersebut juga mencatat adanya perluasan pada sejumlah pangkalan yang telah berdiri sebelumnya.
Di bagian timur Kota Gaza, salah satu lokasi militer disebut mengalami ekspansi area yang cukup besar dibandingkan ukurannya pada Oktober 2025. Perubahan itu mencakup pembangunan struktur perlindungan tambahan, area penyimpanan logistik, serta ruang untuk kendaraan militer.
Baca Artikel Lainnya: Pertahanan Sipil Gaza Bongkar 3.000 Pelanggaran Gencatan Senjata, Perang Belum Berakhir
Aktivitas serupa juga terpantau di Gaza Tengah, di mana alat berat terlihat menggali parit pertahanan dan memperkuat perimeter beberapa fasilitas militer. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan daya tahan fasilitas yang ada.
Para pengamat yang dikutip dalam laporan itu menilai pola pembangunan tanggul, parit, jalur logistik, dan fasilitas semi permanen dapat menunjukkan upaya memperkuat posisi militer jangka panjang di sejumlah wilayah strategis.
Perhatian khusus diarahkan pada Koridor Netzarim yang selama ini memiliki nilai strategis karena memisahkan wilayah utara dan selatan Gaza. Kawasan tersebut dianggap memiliki peran penting dalam pengendalian mobilitas dan operasi militer di lapangan.
Temuan citra satelit ini muncul di tengah perdebatan mengenai implementasi kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Oktober 2025. Perjanjian tersebut sebelumnya mencakup penghentian operasi militer, pertukaran tahanan, serta pengaturan ulang posisi pasukan di sejumlah wilayah tertentu.
Di sisi lain, otoritas Gaza menyatakan bentrokan dan insiden keamanan masih terus terjadi sejak gencatan senjata diumumkan. Mereka menilai kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut tetap berada dalam situasi yang sangat sulit akibat kerusakan infrastruktur, keterbatasan layanan dasar, serta berlanjutnya ketegangan di lapangan.
Sejumlah organisasi kemanusiaan juga terus memperingatkan bahwa stabilitas keamanan yang belum sepenuhnya pulih dapat menghambat proses pemulihan Gaza, termasuk pembangunan kembali fasilitas publik dan distribusi bantuan bagi warga sipil.
Laporan citra satelit ini kembali menyoroti rapuhnya situasi keamanan di Gaza serta tantangan besar yang masih dihadapi dalam pelaksanaan gencatan senjata secara menyeluruh. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa dinamika militer di wilayah itu masih terus berkembang meskipun kesepakatan penghentian konflik telah diumumkan berbulan-bulan sebelumnya. (haidar/andalusmedia.id)














