Pemerintah Turki bergerak cepat membantu proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan aparat Israel setelah insiden penyerangan terhadap armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada 18 Mei 2026. Dukungan penuh Ankara membuat para relawan Indonesia akhirnya bisa keluar dari penahanan dan tiba dengan selamat di Istanbul sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Tanah Air.
Kabar pembebasan para WNI itu diumumkan melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Turki di Jakarta pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam keterangannya, seluruh WNI disebut telah tiba di Istanbul sehari sebelumnya usai menjalani proses pembebasan dari otoritas Israel.
Langkah cepat pemerintah Turki mendapat sorotan internasional karena dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan akibat penyerangan terhadap kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Armada tersebut membawa relawan dari berbagai negara yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional.
Turki diketahui melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Indonesia agar proses pembebasan para relawan berjalan lancar tanpa hambatan diplomatik. Selain memberikan dukungan diplomasi, Ankara juga menyediakan fasilitas transportasi dan pendampingan bagi para relawan yang dipulangkan.
“Republik Turki memberikan dukungan penuh terhadap proses repatriasi warga negara Indonesia dan menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan,” demikian isi pernyataan resmi Kedutaan Besar Turki di Jakarta.
Tak hanya membantu WNI, pemerintah Turki juga mengerahkan tiga pesawat Turkish Airlines untuk memulangkan relawan kemanusiaan dari puluhan negara. Operasi besar itu menjadi bagian dari misi evakuasi internasional pascainsiden Global Sumud Flotilla yang menyita perhatian dunia.
Kementerian Luar Negeri Turki menyebut sedikitnya 422 relawan bantuan kemanusiaan berhasil dipulangkan dengan aman dan cepat. Para relawan berasal dari 41 negara dan sebagian besar lebih dulu diterbangkan menuju Istanbul sebelum melanjutkan perjalanan ke negara masing-masing.
Baca Artikel Lainnya: Aktivis Gaza Mengaku Dipukul dan Diintimidasi usai Dicegat Israel di Laut Mediterania
Sembilan WNI yang ikut dalam misi tersebut termasuk dalam rombongan awal yang dievakuasi. Setelah tiba di Istanbul, mereka langsung mendapat pendampingan dari perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia.
Suasana haru sempat terlihat saat para relawan Indonesia tiba di Turki. Mereka disambut oleh pejabat diplomatik Indonesia yang memastikan kondisi seluruh WNI dalam keadaan aman dan sehat setelah melewati situasi menegangkan selama penahanan.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut menyampaikan apresiasi atas bantuan besar yang diberikan pemerintah Turki. Menurutnya, kerja sama cepat antara kedua negara berhasil memastikan keselamatan para relawan Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki atas dukungan penuh dalam membantu kepulangan sembilan warga negara Indonesia,” ujar Sugiono.
Insiden Global Sumud Flotilla sendiri menjadi perhatian dunia internasional karena melibatkan armada bantuan sipil yang membawa misi kemanusiaan. Ketegangan meningkat setelah aparat Israel melakukan penindakan terhadap kapal yang sedang menjalankan pelayaran bantuan tersebut.
Turki selama ini dikenal aktif memberikan dukungan terhadap berbagai misi kemanusiaan internasional, termasuk untuk wilayah konflik. Dukungan Ankara dalam proses evakuasi relawan Global Sumud Flotilla kembali memperlihatkan peran penting negara tersebut dalam diplomasi kemanusiaan global.
Kedutaan Besar Turki di Jakarta juga berharap seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan itu dapat segera kembali ke Indonesia tanpa kendala lanjutan. Selain itu, Turki menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan Indonesia di berbagai sektor, termasuk hubungan diplomatik dan kemanusiaan.
Kasus penahanan relawan internasional dalam insiden Global Sumud Flotilla kini masih menjadi sorotan berbagai organisasi hak asasi manusia. Banyak pihak meminta adanya perlindungan lebih besar terhadap misi kemanusiaan internasional agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. (haidar/andalusmedia.id)














