Turki dan Suriah kembali menunjukkan perkembangan hubungan yang signifikan setelah Kementerian Pertahanan Turki mengumumkan rencana kunjungan resmi kapal perang “TCG Meltem” ke pelabuhan Latakia pada 11 Mei mendatang. Kunjungan ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama pertahanan antara Ankara dan Damaskus di tengah perubahan geopolitik kawasan pascaperang Suriah.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Turki, Zeki Akturk, dalam konferensi pers di ibu kota Ankara pada Kamis (7/5/2026), menyatakan bahwa kapal perang TCG Meltem akan melakukan kunjungan pertamanya ke pelabuhan Latakia pada hari Minggu mendatang.
Menurut Akturk, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda simbolis angkatan laut, melainkan bagian dari program kerja sama militer yang lebih luas antara kedua negara. Ia menegaskan bahwa Ankara ingin berkontribusi dalam restrukturisasi angkatan bersenjata Suriah dan mendukung proses reformasi sektor keamanan di negara tersebut.
Selain kunjungan kapal perang, delegasi dari komando angkatan laut Turki juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lembaga pelatihan militer di Latakia. Agenda ini menunjukkan semakin intensifnya koordinasi pertahanan antara kedua negara setelah bertahun-tahun hubungan Ankara dan Damaskus berada dalam ketegangan akibat perang Suriah.
Baca artikel lainnya: Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit
Kerja sama militer Turki-Suriah sebenarnya mulai memasuki fase baru sejak ditandatanganinya nota kesepahaman pertahanan pada 13 Agustus lalu. Kesepakatan tersebut lahir setelah pertemuan resmi tingkat tinggi antara pejabat pertahanan kedua negara di Ankara.
Dalam kunjungan itu, Menteri Pertahanan Turki, Yaşar Güler, menerima delegasi Suriah yang dipimpin Menteri Pertahanan Suriah, Marhaf Abu Qasra. Delegasi Suriah juga turut dihadiri Menteri Luar Negeri Asaad al-Shaibani serta Kepala Intelijen Umum Suriah, Hussein al-Salama.
Pertemuan tersebut menghasilkan nota kesepahaman mengenai kerja sama di bidang pelatihan militer dan konsultasi pertahanan. Pemerintah Suriah menyebut perjanjian itu bertujuan meningkatkan kemampuan tentara Suriah sekaligus membantu pengembangan institusi militer dan reformasi keamanan secara menyeluruh.
Kantor berita SANA sebelumnya menyatakan bahwa Damaskus ingin membangun kembali struktur militer nasional setelah lebih dari satu dekade perang yang melemahkan banyak institusi negara. Dalam konteks itu, Turki kini muncul sebagai salah satu mitra regional utama dalam proses modernisasi sektor pertahanan Suriah.
Kunjungan kapal perang TCG Meltem ke Latakia juga dipandang memiliki makna strategis yang lebih luas. Pelabuhan Latakia merupakan salah satu titik paling penting di pesisir Suriah dan selama bertahun-tahun menjadi pusat aktivitas logistik dan militer di kawasan Laut Mediterania timur.
Baca artikel lainnya: Israel Sebut Pemerintahan Ahmad al-Sharaa Ancaman Jangka Panjang
Dengan hadirnya kapal perang Turki di pelabuhan tersebut, Ankara tampaknya ingin memperlihatkan dukungan politik sekaligus komitmen keamanan terhadap pemerintahan baru Suriah. Langkah ini juga menjadi simbol perubahan besar hubungan Turki-Suriah setelah sebelumnya kedua negara berada di kubu berseberangan selama konflik berlangsung.
Dalam beberapa bulan terakhir, hubungan Damaskus dan Ankara memang terus bergerak menuju normalisasi penuh. Selain kerja sama keamanan dan pertahanan, kedua negara juga mulai membahas koordinasi ekonomi, pengelolaan perbatasan, pemulangan pengungsi, hingga pengembangan industri pertahanan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, juga menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Asaad al-Shaibani di Ankara guna membahas koordinasi keamanan dan masa depan hubungan bilateral kedua negara.
Penguatan kerja sama militer ini diperkirakan akan menjadi salah satu fondasi utama hubungan baru Turki-Suriah di era pascakonflik. Bagi Damaskus, dukungan Ankara dapat membantu mempercepat restrukturisasi militer dan stabilisasi keamanan nasional. Sementara bagi Turki, hubungan strategis dengan Suriah dianggap penting untuk menjaga stabilitas kawasan perbatasan serta memperluas pengaruh geopolitik Ankara di kawasan Timur Tengah.(ahmad/andalusmedia.id)