Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman membahas rencana rekonstruksi Suriah dan penguatan hubungan bilateral dalam pertemuan di Riyadh, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurut Direktorat Media di Kepresidenan Republik yang dikutip SANA, pembicaraan kedua pemimpin mencakup langkah strategis untuk mengembangkan hubungan Suriah-Arab Saudi di bidang politik, diplomatik, dan ekonomi.
Pertemuan tersebut juga membahas tahapan berikutnya dalam proses rekonstruksi Suriah, termasuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak serta fasilitas-fasilitas vital.
Fokus pada Rekonstruksi Suriah
Rekonstruksi menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Al-Sharaa dan Mohammed bin Salman. Kedua pihak membahas sejumlah rencana strategis yang berkaitan dengan pemulihan infrastruktur dan fasilitas penting di Suriah.
Selain pembangunan kembali, pembicaraan juga mencakup upaya menarik investasi ke Suriah. Kedua negara membahas mekanisme untuk memobilisasi investasi berkualitas sekaligus meningkatkan keterlibatan sektor bisnis dari Suriah dan Arab Saudi.
Sejumlah sektor yang disebut dalam pembahasan antara lain energi, konstruksi, industri, pertanian, dan perdagangan.
Kerja sama di bidang tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai penguatan hubungan ekonomi antara kedua negara. Namun, sumber tidak merinci nilai investasi maupun proyek tertentu yang disepakati dalam pertemuan tersebut.
Baca Artikel Lainnya: Suriah Resmi Bergabung dengan Kemitraan Internasional untuk Perangi Impunitas Senjata Kimia
Al-Sharaa Undang Mohammed bin Salman ke Damaskus
Dalam pertemuan tersebut, Al-Sharaa juga menyampaikan undangan resmi kepada Mohammed bin Salman untuk mengunjungi Suriah.
Menurut informasi yang disampaikan Kepresidenan Suriah, undangan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara sekaligus membuka fase baru koordinasi dan kerja sama Arab dalam menghadapi isu-isu regional dan internasional.
Al-Sharaa tiba di Riyadh pada Selasa dalam kunjungan resmi. Ia didampingi Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani.
Setibanya di ibu kota Saudi, Al-Sharaa disambut Gubernur Wilayah Riyadh, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdul Aziz.
Hubungan Suriah-Saudi Terus Berkembang
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya hubungan bilateral antara Damaskus dan Riyadh.
Pada Agustus lalu, Al-Sharaa dan Mohammed bin Salman juga melakukan percakapan telepon. Dalam pembicaraan itu, menurut sumber, Al-Sharaa menyampaikan dukungan Suriah terhadap keamanan dan kedaulatan Arab Saudi serta mengecam upaya yang menargetkan fasilitas minyak Saudi.
Kedua pemimpin pada kesempatan tersebut turut membahas hubungan bilateral dan cara memperluas kerja sama di berbagai bidang.
Sebelumnya, pada April 2026, Al-Sharaa juga melakukan kunjungan ke Arab Saudi sebagai bagian dari tur ke sejumlah negara Teluk. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Suriah dengan negara-negara di kawasan.
Pertemuan terbaru di Riyadh kembali menempatkan rekonstruksi, kerja sama ekonomi, dan investasi sebagai bagian penting dalam agenda hubungan Suriah-Arab Saudi. (haidar/andalusmedia.id)














