Serangan yang dikaitkan dengan milisi Houthi menewaskan dua anak dan menyebabkan 15 orang lainnya terluka setelah proyektil ditembakkan ke lokasi berkumpulnya warga yang mengungsi di Provinsi Marib, Yaman.
Serangan tersebut dilaporkan terjadi pada Senin di Distrik Raghwan, wilayah utara Marib. Informasi itu disampaikan kantor berita resmi Yaman, Saba News Agency, dengan mengutip Unit Eksekutif Pengelolaan Kamp Pengungsi di Marib.
Menurut laporan tersebut, serangan tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerusakan besar terhadap tempat tinggal sementara dan barang-barang milik para pengungsi.
Puluhan Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Unit pengelola kamp pengungsi menyebut sedikitnya 16 tempat penampungan hancur sepenuhnya akibat serangan tersebut.
Kerusakan itu membuat 23 keluarga kehilangan tempat tinggal sekaligus berbagai kebutuhan dasar yang mereka miliki. Kondisi tersebut semakin memperburuk situasi warga yang sebelumnya telah meninggalkan rumah mereka akibat konflik berkepanjangan di Yaman.
Para pengungsi yang tinggal di tempat penampungan sementara berada dalam kondisi rentan karena fasilitas yang mereka gunakan umumnya tidak memiliki perlindungan memadai terhadap serangan maupun kondisi keamanan yang memburuk.
Serangan terhadap kawasan yang dihuni warga sipil juga menambah kekhawatiran mengenai keselamatan masyarakat yang terpaksa mengungsi akibat konflik.
Pasukan Yaman Klaim Tewaskan Puluhan Houthi
Di tengah laporan mengenai serangan terhadap pengungsi di Marib, perkembangan militer juga terjadi di Provinsi Al-Bayda.
Saba News Agency melaporkan bahwa lebih dari 23 anggota milisi Houthi tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka dalam operasi militer berskala besar yang dilakukan pasukan bersenjata Yaman pada Senin.
Dalam operasi tersebut, Brigade Giants disebut berhasil merebut sejumlah posisi strategis dan wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Houthi.
Baca Artikel Lainnya: Negara-negara Arab dan badan-badan regional mengutuk serangan Houthi terhadap Arab Saudi.
Pertempuran antara kedua pihak kemudian memaksa sejumlah pejuang Houthi mundur dari posisi mereka.
Laporan tersebut mengutip sumber lapangan yang menyatakan bahwa operasi itu menjadi bagian dari upaya pasukan Yaman untuk memperluas kendali mereka di sejumlah front pertempuran.
Operasi Berlanjut di Al-Jawf dan Al-Bayda
Juru bicara pasukan Yaman, Kolonel Majed al-Nazili, mengatakan bahwa unit-unit militer masih melanjutkan pergerakan di front Al-Jawf dan Al-Bayda.
Menurutnya, operasi tersebut diarahkan untuk memulihkan kembali fungsi lembaga-lembaga negara sekaligus mengakhiri kendali milisi Houthi atas sejumlah wilayah.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik bersenjata di Yaman masih berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Serangan di Marib menjadi perhatian khusus karena korban yang dilaporkan merupakan warga yang telah kehilangan tempat tinggal akibat konflik. Kematian dua anak dan luka-luka yang dialami 15 orang lainnya menambah daftar korban sipil dalam konflik Yaman.
Kerusakan terhadap tempat penampungan juga berpotensi membuat puluhan keluarga kembali menghadapi persoalan kebutuhan dasar, termasuk tempat tinggal dan perlindungan. (haidar/andalusmedia.id)














