• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
PBB

PBB Kecam Israel, Ancaman Usir Warga Gaza karena Layang-Layang Dinilai Keterlaluan

4 hari ago
Palestine Action

Presiden AS Donald Trump Tetapkan Palestine Action sebagai Kelompok Teroris Global

3 hari ago
Israel

18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak

4 hari ago
Mufti Rezim Assad

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

6 hari ago
Suriah

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

6 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Minggu, Agustus 30, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Palestina

PBB Kecam Israel, Ancaman Usir Warga Gaza karena Layang-Layang Dinilai Keterlaluan

PBB menilai ancaman Israel untuk mengusir warga Gaza dari wilayah tempat layang-layang diterbangkan sebagai tindakan yang keterlaluan dan mengkhawatirkan.

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
PBB

Anak-anak Palestina memegang layang-layang saat berkumpul di Pelabuhan Gaza pada 25 Agustus 2026 [Majdi Fathi/NurPhoto via Getty Images]

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam ancaman Israel untuk mengusir warga Palestina dari sejumlah wilayah di Jalur Gaza dengan alasan adanya aktivitas penerbangan layang-layang, drone, dan balon ke arah Israel.

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, menyampaikan kecaman tersebut kepada wartawan pada Selasa. Ia menilai ancaman melakukan evakuasi terhadap komunitas warga Gaza karena anak-anak menerbangkan layang-layang merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

“Mengenai ancaman pengusiran karena anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa ini sangat keterlaluan,” ujar Shamdasani.

Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Israel memperingatkan Hamas agar menghentikan peluncuran layang-layang, drone, dan balon menuju wilayah Israel. Tel Aviv mengancam akan meningkatkan operasi militernya terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.

RelatedPosts

Presiden AS Donald Trump Tetapkan Palestine Action sebagai Kelompok Teroris Global

18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak

Israel Ancam Evakuasi Warga Gaza

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama mengenai aktivitas tersebut.

Mereka mengatakan Israel akan meningkatkan operasi yang ditujukan kepada pihak yang bertanggung jawab apabila peluncuran dari Gaza tidak segera dihentikan. Dalam pernyataan itu, Israel juga menyebut akan mengevakuasi penduduk dari kawasan tempat layang-layang, drone, dan balon tersebut diluncurkan.

Ancaman tersebut menuai perhatian karena menyangkut kemungkinan pemindahan warga sipil dari wilayah tempat mereka tinggal. PBB menilai langkah semacam itu harus dipandang serius dalam konteks perlindungan warga sipil dan hukum humaniter internasional.

Beberapa layang-layang tanpa alat pembakar dilaporkan terbang menuju permukiman Israel bagian selatan selama beberapa pekan terakhir. Aktivitas tersebut kembali mengingatkan pada penggunaan layang-layang dan balon pembakar dari Gaza pada 2018.

Saat itu, warga Palestina menggunakan layang-layang dan balon sebagai bagian dari aksi protes terhadap blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Orang Tua Khawatir Keselamatan Anak

Di Gaza, ancaman Israel telah memengaruhi aktivitas anak-anak yang biasa menerbangkan layang-layang sebagai hiburan.

Komite rakyat Gaza yang berkoordinasi dengan otoritas Hamas sebelumnya meminta para orang tua melarang anak-anak mereka menerbangkan layang-layang. Seruan tersebut disebut sebagai upaya untuk mencegah anak-anak menjadi sasaran serangan.

Seorang ibu di Kota Gaza, Umm Mohammed, mengatakan kepada Reuters bahwa menerbangkan layang-layang merupakan aktivitas yang biasa dilakukan anaknya, Ahmed, dan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggal mereka.

Namun, situasi keamanan membuatnya memilih untuk melarang sang anak melakukan aktivitas tersebut.

 

Baca Artikel Lainnya: 18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak

 

Hamas Tolak Peringatan Israel

Hamas menolak ancaman Israel dan mempertanyakan penggunaan aktivitas anak-anak sebagai alasan untuk meningkatkan operasi militer di Gaza.

Basem Naim, anggota biro politik Hamas, mengecam pernyataan Israel dan menilai aktivitas anak-anak yang tidak bersenjata tidak seharusnya diperlakukan sebagai ancaman militer.

Perselisihan mengenai layang-layang tersebut berlangsung ketika kondisi kemanusiaan dan keamanan di Gaza masih sangat buruk. Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata, serangan Israel dilaporkan masih menyebabkan korban di wilayah tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.280 warga Palestina telah tewas sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Oktober.

PBB Soroti Perlindungan Warga Sipil

Peringatan PBB menambah tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di Gaza. Ancaman untuk mengosongkan wilayah yang dihuni warga sipil menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pemindahan penduduk secara paksa.

Dalam situasi konflik, perlindungan terhadap warga sipil menjadi salah satu prinsip utama hukum humaniter internasional. Karena itu, setiap rencana evakuasi harus mempertimbangkan keselamatan penduduk dan tidak boleh digunakan sebagai sarana untuk menghukum masyarakat secara kolektif.

Ancaman yang berkaitan dengan layang-layang juga menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana yang dilakukan anak-anak dapat berubah menjadi persoalan keamanan di tengah ketegangan berkepanjangan.

PBB menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memastikan warga sipil tidak menjadi korban dari eskalasi militer. Sementara itu, situasi di Gaza masih terus menjadi perhatian internasional karena kekerasan dan krisis kemanusiaan belum sepenuhnya berakhir. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruGazaisraelpalestinaPBB
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak

Next Post

Presiden AS Donald Trump Tetapkan Palestine Action sebagai Kelompok Teroris Global

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Palestine Action

Presiden AS Donald Trump Tetapkan Palestine Action sebagai Kelompok Teroris Global

27 Agustus 2026
PBB

PBB Kecam Israel, Ancaman Usir Warga Gaza karena Layang-Layang Dinilai Keterlaluan

26 Agustus 2026
Israel

18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak

26 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.