Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam ancaman Israel untuk mengusir warga Palestina dari sejumlah wilayah di Jalur Gaza dengan alasan adanya aktivitas penerbangan layang-layang, drone, dan balon ke arah Israel.
Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia PBB, Ravina Shamdasani, menyampaikan kecaman tersebut kepada wartawan pada Selasa. Ia menilai ancaman melakukan evakuasi terhadap komunitas warga Gaza karena anak-anak menerbangkan layang-layang merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
“Mengenai ancaman pengusiran karena anak-anak menerbangkan layang-layang, saya harap kita semua sepakat bahwa ini sangat keterlaluan,” ujar Shamdasani.
Pernyataan tersebut muncul setelah pemerintah Israel memperingatkan Hamas agar menghentikan peluncuran layang-layang, drone, dan balon menuju wilayah Israel. Tel Aviv mengancam akan meningkatkan operasi militernya terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab.
Israel Ancam Evakuasi Warga Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz sebelumnya mengeluarkan pernyataan bersama mengenai aktivitas tersebut.
Mereka mengatakan Israel akan meningkatkan operasi yang ditujukan kepada pihak yang bertanggung jawab apabila peluncuran dari Gaza tidak segera dihentikan. Dalam pernyataan itu, Israel juga menyebut akan mengevakuasi penduduk dari kawasan tempat layang-layang, drone, dan balon tersebut diluncurkan.
Ancaman tersebut menuai perhatian karena menyangkut kemungkinan pemindahan warga sipil dari wilayah tempat mereka tinggal. PBB menilai langkah semacam itu harus dipandang serius dalam konteks perlindungan warga sipil dan hukum humaniter internasional.
Beberapa layang-layang tanpa alat pembakar dilaporkan terbang menuju permukiman Israel bagian selatan selama beberapa pekan terakhir. Aktivitas tersebut kembali mengingatkan pada penggunaan layang-layang dan balon pembakar dari Gaza pada 2018.
Saat itu, warga Palestina menggunakan layang-layang dan balon sebagai bagian dari aksi protes terhadap blokade Israel terhadap Jalur Gaza.
Orang Tua Khawatir Keselamatan Anak
Di Gaza, ancaman Israel telah memengaruhi aktivitas anak-anak yang biasa menerbangkan layang-layang sebagai hiburan.
Komite rakyat Gaza yang berkoordinasi dengan otoritas Hamas sebelumnya meminta para orang tua melarang anak-anak mereka menerbangkan layang-layang. Seruan tersebut disebut sebagai upaya untuk mencegah anak-anak menjadi sasaran serangan.
Seorang ibu di Kota Gaza, Umm Mohammed, mengatakan kepada Reuters bahwa menerbangkan layang-layang merupakan aktivitas yang biasa dilakukan anaknya, Ahmed, dan anak-anak lain di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun, situasi keamanan membuatnya memilih untuk melarang sang anak melakukan aktivitas tersebut.
Baca Artikel Lainnya: 18 Area Permukiman Baru Disetujui Israel, Tanah Palestina Terancam Makin Terdesak
Hamas Tolak Peringatan Israel
Hamas menolak ancaman Israel dan mempertanyakan penggunaan aktivitas anak-anak sebagai alasan untuk meningkatkan operasi militer di Gaza.
Basem Naim, anggota biro politik Hamas, mengecam pernyataan Israel dan menilai aktivitas anak-anak yang tidak bersenjata tidak seharusnya diperlakukan sebagai ancaman militer.
Perselisihan mengenai layang-layang tersebut berlangsung ketika kondisi kemanusiaan dan keamanan di Gaza masih sangat buruk. Meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata, serangan Israel dilaporkan masih menyebabkan korban di wilayah tersebut.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.280 warga Palestina telah tewas sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku pada Oktober.
PBB Soroti Perlindungan Warga Sipil
Peringatan PBB menambah tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di Gaza. Ancaman untuk mengosongkan wilayah yang dihuni warga sipil menimbulkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pemindahan penduduk secara paksa.
Dalam situasi konflik, perlindungan terhadap warga sipil menjadi salah satu prinsip utama hukum humaniter internasional. Karena itu, setiap rencana evakuasi harus mempertimbangkan keselamatan penduduk dan tidak boleh digunakan sebagai sarana untuk menghukum masyarakat secara kolektif.
Ancaman yang berkaitan dengan layang-layang juga menunjukkan bagaimana aktivitas sederhana yang dilakukan anak-anak dapat berubah menjadi persoalan keamanan di tengah ketegangan berkepanjangan.
PBB menyerukan agar semua pihak menahan diri dan memastikan warga sipil tidak menjadi korban dari eskalasi militer. Sementara itu, situasi di Gaza masih terus menjadi perhatian internasional karena kekerasan dan krisis kemanusiaan belum sepenuhnya berakhir. (haidar/andalusmedia.id)














